10 Keutamaan Umroh Berdasarkan Hadits Shahih, Lengkap Dalilnya

Keutamaan Umroh - Berdasarkan Hadits Shahih & Dalil Lengkap | Alsha Tours & Travel

Malam itu kamu sedang menggulir layar, lalu tanpa sengaja berhenti di siaran langsung Masjidil Haram. Ribuan orang bergerak mengelilingi Ka’bah, dan entah mengapa dadamu terasa penuh. Atau mungkin pekan lalu seorang kawan baru pulang dari Tanah Suci — wajahnya lebih teduh, ceritanya sederhana tetapi membekas lama. Sejak itu ada yang mengganjal di hatimu: rindu, sekaligus ragu.

Rasa ragu itu wajar, dan kamu tidak sendirian. Banyak orang menunda berangkat karena merasa belum pantas, belum cukup ilmu, atau khawatir persiapannya belum matang. Padahal, memahami keutamaan umroh dalam Islam sering kali menjadi titik balik yang mengubah ragu menjadi niat. Di artikel ini, Alsha merangkum sepuluh keutamaan umroh berdasarkan hadits shahih — lengkap dengan redaksi Arab, latin, terjemahan, dan rujukan kitabnya — agar keyakinanmu berdiri di atas ilmu, bukan sekadar kata orang.

Apa Saja Keutamaan Umroh? Ini 10 Jawabannya Berdasarkan Dalil

Pertanyaan ini paling sering diajukan calon jamaah, dan jawabannya layak kamu ketahui sejak awal. Para ulama telah menghimpun banyak dalil keutamaan umroh dari Al-Qur’an dan hadits. Secara ringkas, inilah sepuluh keutamaan umroh yang dijanjikan bagi para tamu Allah:

  1. Menghapus dosa di antara dua umroh
  2. Menjadi tamu Allah yang doanya diijabah
  3. Mengikis kefakiran dan melapangkan rezeki
  4. Pahala umroh di bulan Ramadhan setara haji
  5. Pahala jihad tanpa peperangan bagi wanita
  6. Pahala berlipat di Tanah Haram
  7. Setiap rangkaian manasik bernilai pahala tersendiri
  8. Ketenangan hati dan kekayaan jiwa
  9. Meningkatkan iman dan takwa
  10. Pulang dalam keadaan bersih seperti bayi

Mari kita telusuri satu per satu, dimulai dari lima keutamaan yang dalilnya paling kuat dan paling sering dikutip para ulama.

1. Menghapus Dosa di Antara Dua Umroh

Dalam bahasa hadits, umroh disebut sebagai kafarat — penebus kesalahan di antara dua pelaksanaan umroh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Al-‘umratu ilal ‘umrati kaffaratun lima bainahuma, wal hajjul mabruru laisa lahu jaza’un illal jannah.

“Umroh yang satu ke umroh berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari [Beirut: Dar Ibn Katsir, 2002], Kitab al-‘Umrah, hadits no. 1773; Muslim bin al-Hajjaj, Shahih Muslim [Beirut: Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi, t.t.], juz 2, hadits no. 1349.

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini dengan tegas menunjukkan terhapusnya dosa dan kesalahan di antara dua umroh. Namun ada catatan jujur yang perlu kamu pegang: dosa besar tetap memerlukan taubat nasuha. Umroh membersihkan noda-noda kecil yang menumpuk tanpa kita sadari — dan itu saja sudah merupakan karunia yang layak disyukuri.

2. Menjadi Tamu Allah yang Doanya Diijabah

Ada sebutan indah bagi jamaah umroh: duyufurrahman, tamu-tamu Allah Yang Maha Pengasih. Kamu datang bukan sebagai pelancong, melainkan memenuhi undangan. Dan tuan rumah yang mengundang pasti memuliakan tamunya.

الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ

Al-ghazi fi sabilillahi wal hajju wal mu’tamiru wafdullahi, da’ahum fa ajabuhu, wa sa’aluhu fa a’thahum.

“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji, dan orang yang berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan-Nya. Maka jika mereka meminta kepada Allah, pasti Allah beri.” (HR. Ibnu Majah)

Ibnu Majah, Sunan Ibni Majah [Kairo: Dar Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyyah, t.t.], Kitab al-Manasik, juz 2, hadits no. 2893.

Karena itu, siapkan daftar doamu sejak dari rumah. Tulis nama orang-orang yang kamu sayangi, hajat yang selama ini kamu simpan, hingga permohonan ampun yang paling pribadi. Panduan doa umroh bisa membantumu menyusunnya, agar tidak ada yang terlewat saat kamu berdiri di hadapan Baitullah.

3. Mengikis Kefakiran dan Melapangkan Rezeki

Inilah keresahan yang paling sering Alsha dengar dari calon jamaah: takut hartanya berkurang setelah umroh. Menariknya, hadits justru menjanjikan hal yang sebaliknya.

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ

Tabi’u bainal hajji wal ‘umrati fa innahuma yanfiyanil faqra wadz-dzunuba kama yanfil kiru khabatsal hadidi wadz-dzahabi wal fidhdhah.

“Iringilah antara haji dan umroh, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana alat peniup api menghilangkan karat besi, emas, dan perak.” (HR. An-Nasa’i, Tirmidzi, dan Ahmad; dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)

Ahmad bin Syu’aib an-Nasa’i, Sunan an-Nasa’i [Aleppo: Maktab al-Mathbu’at al-Islamiyyah, 1986], juz 5, hlm. 115, hadits no. 2631.

Perumpamaan dalam hadits ini kuat sekali: sebagaimana api membersihkan karat dari besi, emas, dan perak, ibadah ini mengikis kefakiran dari hidupmu. Maka bila kamu sedang menimbang biaya umroh, pahami dulu janji ini. Harta yang dibelanjakan untuk memenuhi panggilan-Nya tidak pernah benar-benar hilang; ia kembali dalam bentuk yang sering tak terduga.

4. Pahala Umroh Ramadhan Setara Haji

Waktu ternyata ikut menentukan nilai pahala. Keutamaan umroh di bulan Ramadhan memiliki kedudukan yang istimewa dalam sabda Rasulullah:

فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً أَوْ حَجَّةً مَعِي

Fa inna ‘umratan fi Ramadhana taqdhi hajjatan au hajjatan ma’i.

“Sesungguhnya umroh di bulan Ramadhan (pahalanya) menyamai ibadah haji, atau haji bersamaku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari [Beirut: Dar Ibn Katsir, 2002], Kitab al-‘Umrah, hadits no. 1863; Muslim bin al-Hajjaj, Shahih Muslim [Beirut: Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi, t.t.], juz 2, hadits no. 1256.

Bayangkan: pahala setara haji, bahkan disebut seperti berhaji bersama Rasulullah. Meski begitu, para ulama — di antaranya Imam An-Nawawi — memberi penegasan penting: kesetaraan ini soal besarnya pahala, bukan menggugurkan kewajiban haji bagi yang mampu. Bila kamu mulai menimbang kapan sebaiknya berangkat, ulasan tentang waktu ideal umroh bisa menjadi bahan pertimbanganmu.

5. Pahala Jihad Tanpa Peperangan bagi Wanita

Islam memuliakan wanita dengan cara yang lembut. Ketika seorang sahabat wanita bertanya tentang kewajiban jihad, Rasulullah memberi jawaban yang menenangkan:

يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ قَالَ نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ

Ya Rasulallah, ‘alan nisa’i jihadun? Qala: na’am, ‘alaihinna jihadun la qitala fihi: al-hajju wal ‘umrah.

“‘Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?’ Beliau menjawab, ‘Iya. Atas mereka jihad tanpa peperangan, yaitu haji dan umroh.'” (HR. Ibnu Majah; dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)

Ibnu Majah, Sunan Ibni Majah [Kairo: Dar Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyyah, t.t.], Kitab al-Manasik, juz 2, hadits no. 2901.

Inilah keutamaan umroh bagi wanita yang layak dirayakan. Bagi kamu yang berencana mendampingi ibu, berangkat berdua dengan pasangan, atau melangkah sebagai muslimah yang berangkat sendiri, hadits ini adalah kabar gembira: setiap langkahmu di Tanah Suci bernilai jihad — tanpa peperangan, tanpa pertumpahan darah.

6. Pahala Berlipat di Tanah Haram

Selama berada di Makkah, setiap shalatmu bernilai berlipat ganda. Dalam riwayat Ahmad dan Ibnu Majah disebutkan bahwa shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada seratus ribu shalat di masjid lain. Rinciannya kira-kira seperti ini:

Tempat Shalat Nilai Pahala
Masjidil Haram 100.000 kali lipat
Masjid Nabawi 1.000 kali lipat
Masjid lainnya 1 (nilai dasar)
Perbandingan nilai pahala shalat. Angka bukan sekadar hitungan, melainkan undangan untuk memperbanyak ibadah selama di Tanah Haram.

Sumber riwayat: HR. Ahmad dan Ibnu Majah.

7. Setiap Rangkaian Manasik Bernilai Pahala Tersendiri

Keutamaan umroh tidak menunggu sampai ibadahmu selesai. Sejak talbiyah pertama, pahala sudah mengalir: riwayat menyebut orang yang bertalbiyah dijanjikan kabar gembira, setiap langkah thawaf menggugurkan dosa, dan saat tahallul para malaikat memohonkan ampunan. Bila kamu ingin memahami urutan ibadahnya lebih dulu, penjelasan tentang rukun umroh dapat menjadi bekal sebelum berangkat.

8. Ketenangan Hati dan Kekayaan Jiwa

Inilah manfaat umroh yang paling sering diceritakan jamaah sepulang dari Baitullah: hati yang lebih lapang. Ada yang pulang menjadi lebih sabar menghadapi pekerjaan, ada yang akhirnya berdamai dengan kehilangan yang lama dipendam. Kekayaan semacam ini memang tidak tercatat di rekening, tetapi terasa jelas dalam cara seseorang memandang hidupnya.

9. Meningkatkan Iman dan Takwa

Umroh adalah latihan yang padat: sabar saat antre thawaf, syukur saat tubuh lelah, disiplin menjaga shalat berjamaah lima waktu di masjid. Kebiasaan baik yang terbentuk selama di Tanah Suci sering terbawa pulang ke keseharian — dan di situlah hikmah umroh yang sesungguhnya: iman yang bertumbuh, bukan sekadar kenangan dalam galeri foto.

10. Pulang dalam Keadaan Bersih Seperti Bayi

Bagi yang menjaga lisan dan perilakunya selama berihram — “tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik” sebagaimana disebut dalam riwayat Bukhari dan Muslim — ia kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan ibunya. Sebuah kesempatan memulai lembaran baru yang jarang datang dua kali dalam hidup.

infografis 10 keutamaan umroh berdasarkan hadits shahih, dari penghapus dosa hingga pahala setara haji di bulan Ramadhan
Sepuluh keutamaan umroh yang dijanjikan dalam hadits shahih. Simpan sebagai pengingat niat baikmu.

Syarat agar Keutamaan Umroh Benar-Benar Kamu Raih

Fadhilah umroh yang besar itu tidak datang otomatis. Ada tiga syarat yang perlu kamu jaga sejak sebelum berangkat. Pertama, niat yang lurus karena Allah — bukan demi konten media sosial atau gelar di mata orang. Niat adalah ruh dari seluruh amal, dan di sanalah nilai ibadahmu ditimbang.

Kedua, harta yang halal. Bekal yang bersih membuat doa lebih mudah diijabah; para ulama bahkan mengaitkan diterimanya ibadah dengan kehalalan nafkah yang membiayainya. Ketiga, manasik yang benar sesuai tuntunan Nabi. Ibadah yang dikerjakan asal-asalan berisiko kehilangan kesempurnaannya, karena itu pelajari tata cara umroh sejak jauh hari, bukan mendadak di pesawat. Tiga hal ini sederhana, tetapi menjadi pembeda antara umroh yang sekadar selesai dan umroh yang mabrur.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Keutamaan Umroh

Apakah umroh bisa menghapus dosa besar?

Umroh menghapus dosa-dosa kecil di antara dua umroh, sebagaimana dijelaskan Imam An-Nawawi. Adapun dosa besar tetap memerlukan taubat nasuha: menyesal dengan sungguh-sungguh, berhenti dari dosanya, dan bertekad tidak mengulanginya.

Apakah umroh di bulan Ramadhan menggantikan kewajiban haji?

Tidak. Kesetaraan yang disebut dalam hadits adalah pada besarnya pahala, bukan pada gugurnya kewajiban. Siapa pun yang telah mampu tetap wajib menunaikan haji, meskipun sudah pernah berumroh di bulan Ramadhan.

Hukum umroh itu wajib atau sunnah?

Para ulama berbeda pendapat dalam persoalan ini. Mazhab Syafi’i menyatakan umroh wajib satu kali seumur hidup bagi yang mampu, sementara sebagian ulama lain menilainya sunnah muakkadah. Keduanya sepakat bahwa umroh adalah ibadah yang sangat dianjurkan.

Kapan waktu paling utama untuk umroh?

Bulan Ramadhan adalah waktu dengan keutamaan pahala tertinggi karena bernilai setara haji. Di luar itu, umroh dapat ditunaikan sepanjang tahun; banyak jamaah memilih musim dengan cuaca yang lebih bersahabat agar ibadah terasa lebih khusyuk.

Saat Kerinduan Itu Layak Dijawab

Kerinduan pada Baitullah bukan kebetulan. Ia adalah undangan yang sedang mengetuk hatimu — dan sepuluh keutamaan di atas adalah alasan mengapa undangan itu layak disambut, bukan ditunda sampai “nanti kalau sudah siap”. Sebab kesiapan sering kali justru tumbuh setelah niat diikat, bukan sebelumnya.

Bila hatimu sudah mengangguk, biarkan Alsha yang menyiapkan selebihnya. Sebagai travel umroh resmi dengan Akreditasi A, kami mendampingi langkah pertamamu menuju Baitullah — mulai dari persiapan umroh hingga kepulanganmu membawa kisah yang layak dikenang seumur hidup.

Alsha Tours Solo

Alsha Tours Lampung