Umroh memiliki lima rukun yang perlu dipahami jamaah, yaitu ihram atau niat, tawaf, sa’i, tahallul, dan tertib. Namun persiapan umroh yang baik tidak berhenti pada menghafal urutan ibadah.
Kawan Alsha juga perlu memahami dokumen perjalanan, ketentuan vaksinasi, miqat, perlengkapan, penggunaan Nusuk, kondisi cuaca Arab Saudi, pengelolaan stamina, hingga apa yang harus dilakukan jika terpisah dari rombongan.
Karena itu, panduan umroh ini disusun untuk membantu jamaah memahami perjalanan sejak sekitar 90 hari sebelum keberangkatan sampai kembali ke Indonesia.
Panduan ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan manasik maupun arahan pembimbing ibadah selama perjalanan. Persyaratan visa, vaksinasi, permit Nusuk, bagasi, dan prosedur perjalanan juga dapat berubah. Selalu konfirmasi kembali kepada travel resmi menjelang keberangkatan.
Persiapan Umroh Sebaiknya Dimulai Sejak Kapan?
Persiapan ideal tidak dilakukan beberapa hari sebelum keberangkatan. Semakin awal Kawan Alsha menyiapkan fisik, dokumen, dan pemahaman ibadah, semakin sedikit keputusan mendadak yang harus dibuat menjelang perjalanan.
H-90 sampai H-60: Tentukan Perjalanan
Pada fase ini, fokuslah pada keputusan utama:
- tentukan periode keberangkatan;
- pilih travel umroh atau PPIU resmi;
- tentukan program dan tipe kamar;
- periksa masa berlaku paspor;
- mulai mengevaluasi kondisi kesehatan;
- hitung kebutuhan biaya perjalanan.
Jangan memilih paket hanya berdasarkan angka termurah. Perhatikan penerbangan, hotel, jarak menuju masjid, durasi perjalanan, tipe kamar, pendampingan ibadah, dan fasilitas yang benar-benar termasuk di dalam paket.
H-60 sampai H-30: Dokumen dan Kesehatan
Mulailah menyelesaikan dokumen perjalanan, vaksinasi, dan konsultasi medis bila diperlukan.
Pada fase ini Kawan Alsha juga dapat mulai membangun stamina dengan berjalan kaki secara rutin.
Latihan yang paling relevan untuk jamaah umroh bukan olahraga ekstrem, melainkan membiasakan tubuh berjalan lebih lama. Di Makkah dan Madinah, jarak yang terlihat dekat dapat berubah menjadi ribuan langkah karena jalur masuk masjid, kepadatan jamaah, pemeriksaan, lift, dan pengalihan akses.
Mulailah dengan berjalan sekitar 20–30 menit sebanyak 4–5 kali dalam seminggu, lalu tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.
H-30 sampai H-14: Manasik dan Perlengkapan
Gunakan periode ini untuk:
- mengikuti manasik;
- memahami miqat;
- mempelajari urutan tawaf dan sa’i;
- mencoba pakaian ihram;
- mencoba sandal yang akan digunakan;
- mulai packing bertahap;
- menyiapkan obat rutin;
- memastikan kartu debit atau metode pembayaran dapat digunakan bila diperlukan.
Pelajari juga persiapan umroh lebih awal agar tidak menumpuk seluruh kebutuhan pada minggu terakhir.
H-14 sampai H-7: Simulasikan Perjalanan
Coba gunakan sandal untuk berjalan cukup lama agar kaki terbiasa. Kelompokkan barang antara tas selempang, tas kabin, dan koper utama.
Pastikan anggota keluarga mengetahui lokasi dokumen, obat, dan barang penting.
H-7 sampai Hari Keberangkatan
Seminggu terakhir bukan waktu untuk mengejar stamina secara ekstrem.
Prioritaskan:
- tidur cukup;
- menjaga kondisi tubuh;
- menyelesaikan packing;
- memastikan tiket dan jadwal;
- mengetahui titik kumpul;
- menyimpan nomor pembimbing;
- mengecek bagasi;
- menghindari aktivitas yang berisiko menyebabkan cedera.
Dokumen Umroh yang Harus Disiapkan
Dokumen adalah salah satu bagian terpenting dalam perjalanan umroh.
Jangan hanya menyimpan dokumen dalam satu tempat. Gunakan prinsip sederhana: satu salinan fisik, satu di ponsel, dan satu lagi di cloud atau email.
Dokumen dan informasi yang sebaiknya disiapkan meliputi:
- paspor sesuai ketentuan perjalanan;
- visa atau dokumen masuk Arab Saudi;
- tiket atau itinerary penerbangan;
- informasi hotel Makkah dan Madinah;
- kartu identitas jamaah dari travel;
- bukti vaksin atau e-ICV;
- data asuransi apabila termasuk program;
- nomor pembimbing atau ketua rombongan;
- salinan paspor di ponsel;
- kontak keluarga di Indonesia;
- daftar obat rutin atau informasi kondisi medis bila diperlukan.
Proses visa umroh biasanya dibantu oleh travel. Namun jamaah tetap perlu memastikan nama, nomor paspor, tanggal lahir, dan data lain pada dokumen sesuai.
Sistem Dokumen Anti-Panik
Barang yang sering digunakan sebaiknya tidak semuanya dimasukkan ke koper.
Tas selempang: kartu jamaah, ponsel, sedikit uang tunai, hotel card, dan dokumen yang sedang dibutuhkan.
Tas kabin: obat rutin, charger, power bank, pakaian darurat, dan salinan dokumen.
Ponsel: foto paspor, visa, tiket, hotel, permit, nomor pembimbing, dan titik kumpul.
Cloud atau email: salinan dokumen utama sebagai cadangan apabila ponsel hilang atau rusak.
Nusuk dan Permit Raudhah
Nusuk menjadi salah satu aplikasi penting yang perlu dikenal jamaah.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyediakan layanan reservasi kunjungan Raudhah melalui Nusuk. Jamaah dapat memilih tanggal dan waktu berdasarkan slot yang tersedia.
Permit resmi Raudhah melalui sistem tersebut tidak dipungut biaya.
Jika jamaah diminta mengelola permit sendiri:
- pasang aplikasi Nusuk sebelum keberangkatan;
- gunakan data identitas yang sama dengan dokumen perjalanan;
- simpan screenshot permit setelah berhasil;
- datang sesuai jadwal yang tertera;
- jangan membeli “slot Raudhah” dari pihak yang tidak resmi.
Mekanisme permit maupun pengaturan kapasitas dapat berubah, sehingga tetap ikuti informasi terbaru dari travel dan Nusuk menjelang keberangkatan.
Vaksin Umroh 2026 untuk Jamaah Indonesia
Bagian kesehatan perlu mendapat perhatian khusus karena ketentuannya dapat diperbarui oleh Pemerintah Arab Saudi maupun Pemerintah Indonesia.
Berdasarkan persyaratan Umrah 1447H/2026 yang digunakan dalam panduan ini, jamaah Indonesia perlu memperhatikan vaksin meningitis meningokokus dan polio.
Vaksin Meningitis Meningokokus
Vaksin meningitis meningokokus menjadi persyaratan bagi individu yang berniat melakukan umroh.
Untuk vaksin conjugate ACYW atau ACYWX, sertifikat berlaku sesuai ketentuan hingga lima tahun dan vaksin harus diberikan setidaknya 10 hari sebelum kedatangan.
Untuk vaksin polysaccharide ACYW, masa yang digunakan dalam persyaratan adalah hingga tiga tahun dan juga minimal 10 hari sebelum kedatangan.
Jangan melakukan vaksinasi pada hari-hari terakhir menjelang keberangkatan.
Vaksin Polio
Indonesia termasuk negara yang tercantum dalam kelompok yang perlu memenuhi ketentuan vaksinasi polio untuk perjalanan umroh pada persyaratan 2026.
Ketentuan Saudi menyebut minimal satu dosis IPV. Saudi juga merekomendasikan IPV diberikan dalam 12 bulan terakhir dan tidak kurang dari empat minggu sebelum kedatangan.
Karena detail persyaratan kesehatan dapat berubah, lakukan vaksinasi melalui fasilitas resmi dan ikuti arahan fasilitas kesehatan maupun travel.
Bagaimana dengan e-ICV?
Vaksinasi internasional di Indonesia dapat dilakukan melalui fasilitas yang menyelenggarakan vaksinasi internasional.
Jika sertifikat untuk kebutuhan umroh belum muncul di SATUSEHAT Mobile, jamaah dapat memastikan ketersediaan e-ICV dari fasilitas kesehatan tempat vaksinasi.
Sebelum berangkat:
- pastikan nama pada sertifikat sama dengan paspor;
- simpan e-ICV secara offline;
- cetak satu salinan;
- jangan menunggu mendekati hari keberangkatan untuk menyelesaikan vaksin.
Jamaah dengan penyakit kronis juga sebaiknya membawa obat yang cukup selama perjalanan dalam kemasan aslinya serta informasi mengenai kondisi kesehatan apabila relevan.
Persiapan Obat dan Kesehatan
Selain obat rutin, beberapa barang sederhana dapat sangat membantu selama perjalanan:
- masker;
- hand sanitizer;
- plester untuk lecet;
- obat pribadi;
- daftar nama obat dan dosis;
- resep atau surat dokter bila diperlukan;
- termometer kecil;
- kacamata cadangan;
- perlengkapan hidrasi sesuai kebutuhan.
Jangan berbagi obat resep dengan jamaah lain.
Untuk jamaah yang mengonsumsi obat tertentu atau memiliki penyakit kronis, konsultasikan kondisi kesehatan sebelum berangkat. Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat sendiri hanya karena jadwal perjalanan berubah.
Memahami Biaya Umroh Sebelum Memilih Paket
Data paket umroh Alsha Tours yang digunakan dalam Panduan Umroh edisi 24 Agustus 2026 menunjukkan bagaimana perbedaan rute, hotel, penerbangan, dan program dapat menghasilkan struktur harga yang berbeda.
Misalnya, pada snapshot tersebut terdapat program Plus Oman 10 hari mulai Rp27,9 juta untuk kamar quad, program dengan Garuda direct mulai Rp29,9 juta, serta program akhir tahun dengan struktur harga berbeda.
Angka tersebut merupakan contoh pada tanggal pengambilan data dan bukan jaminan harga untuk keberangkatan berikutnya, karena seat, promosi, maskapai, hotel, dan harga dapat berubah.
Saat membandingkan paket, perhatikan enam hal:
- jenis penerbangan;
- hotel dan jaraknya dari masjid;
- tipe kamar;
- musim keberangkatan;
- durasi dan rute;
- kualitas pendampingan ibadah dan layanan jamaah.
Untuk lansia atau keluarga dengan anak, misalnya, penerbangan direct dapat memiliki nilai lebih karena mengurangi perpindahan dan waktu transit.
Perlengkapan Umroh: Apa yang Masuk Kabin dan Koper?
Packing yang baik bukan berarti membawa sebanyak mungkin barang, tetapi memastikan barang yang tepat berada di tempat yang tepat.
Barang Penting di Tas Kabin
Jangan memasukkan seluruh barang penting ke koper utama.
Siapkan di tas kabin:
- dokumen perjalanan;
- ponsel dan charger;
- power bank;
- obat rutin;
- satu set pakaian ganti;
- perlengkapan ihram bila diperlukan sebelum koper diterima;
- kacamata;
- tisu;
- masker;
- kabel dan adaptor;
- barang berharga seperlunya.
Power bank harus dibawa di kabin dan bukan di checked baggage. Tetap periksa ketentuan kapasitas dan jumlah power bank dari maskapai yang digunakan.
Koper Utama
Barang yang dapat masuk koper antara lain:
- pakaian harian;
- pakaian dalam;
- mukena atau telekung;
- kain ihram cadangan;
- sandal nyaman;
- tas sandal;
- perlengkapan mandi;
- pouch pakaian kotor;
- kaos kaki;
- jaket atau layer tipis;
- perlengkapan lain sesuai musim.
Sisakan ruang pada koper agar perpindahan tidak terlalu berat dan masih tersedia tempat saat kepulangan.
Perlengkapan Pria Saat Ihram
Pria menyiapkan dua helai kain ihram yang nyaman dan tidak terlalu tipis.
Sabuk ihram dapat digunakan bila membantu. Pilih sandal sesuai tuntunan manasik dan hindari penggunaan produk berpewangi setelah memasuki ihram.
Pelajari juga pengertian ihram sebelum berangkat agar Kawan Alsha tidak hanya memahami pakaiannya, tetapi juga konsekuensi setelah niat.
Perlengkapan Perempuan
Perempuan tidak memiliki pakaian ihram khusus seperti laki-laki.
Gunakan pakaian yang:
- longgar;
- tidak transparan;
- nyaman;
- menutup aurat;
- dan praktis digunakan selama perjalanan.
Jika mempertimbangkan penggunaan obat untuk mengatur menstruasi, konsultasikan lebih dahulu dengan dokter dan jangan mengonsumsi obat hanya berdasarkan saran non-medis.
Rukun Umroh dan Tata Cara Umroh Sesuai Urutan
Memahami keutamaan umroh akan membantu Kawan Alsha menjalankan setiap tahap dengan penghayatan, bukan sekadar mengikuti pergerakan rombongan.
Dalam tuntunan manasik yang umum digunakan di Indonesia, terdapat lima rukun umroh:
- ihram atau niat;
- tawaf;
- sa’i;
- tahallul;
- tertib.
Untuk pembahasan dalil yang lebih khusus, Kawan Alsha dapat membaca rukun umroh dan dalil.
1. Ihram dan Niat dari Miqat
Ihram bukan sekadar mengenakan kain putih.
Ihram dimulai ketika jamaah berniat memasuki ibadah umroh pada batas miqat atau ketika sejajar dengannya sesuai rute perjalanan.
Sebelum miqat:
- mandi dan bersuci bila memungkinkan;
- pria mengenakan dua helai kain ihram;
- perempuan menggunakan pakaian syar’i biasa;
- persiapkan diri sebelum pesawat atau kendaraan melewati batas miqat.
Jika program perjalanan berada di Madinah terlebih dahulu, jamaah umumnya mengambil miqat di Dzulhulaifah atau Bir Ali ketika menuju Makkah.
Jika penerbangan menuju Jeddah melewati batas miqat, jamaah harus mempersiapkan ihram dan mengikuti arahan pembimbing mengenai waktu niat sebelum melewati batas tersebut.
Jangan menunggu tiba di Jeddah apabila rute sudah melewati miqat.
Lafaz yang umum digunakan untuk membantu niat umroh:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Labbaik Allahumma ‘umratan.
Setelah niat, jamaah memperbanyak talbiyah.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Labbaik Allahumma labbaik. Labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, la syarika lak.
Maknanya adalah memenuhi panggilan Allah serta mengakui bahwa segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Nya.
Sejak niat dilakukan, larangan ihram mulai berlaku.
2. Tawaf Mengelilingi Ka’bah Tujuh Putaran
Tawaf dilakukan sebanyak tujuh putaran dengan Ka’bah berada di sebelah kiri jamaah.
Urutan praktisnya:
- masuk Masjidil Haram dengan tenang;
- tentukan titik awal sejajar Hajar Aswad;
- mulai mengelilingi Ka’bah berlawanan arah jarum jam;
- selesaikan tujuh putaran;
- jaga arus dan jangan berhenti mendadak;
- setelah selesai, keluar dari arus dengan aman dan lanjutkan amalan setelah tawaf sesuai tuntunan.
Salah satu hal penting yang perlu dipahami jamaah adalah tidak ada doa wajib yang berbeda untuk setiap putaran tawaf.
Kawan Alsha dapat berdzikir dan membaca doa umroh yang dipahami tanpa harus panik karena lupa bacaan pada putaran tertentu.
Jangan Memaksakan Menyentuh Hajar Aswad
Menyentuh atau mendekati Hajar Aswad bukan alasan untuk mendorong jamaah lain.
Ketika kondisi sangat padat, utamakan keselamatan dan ikuti arahan pembimbing mengenai isyarat dari jarak yang aman.
Ibadah tidak menjadi tidak sah hanya karena Kawan Alsha tidak dapat menyentuh Hajar Aswad.
3. Sa’i dari Safa ke Marwah
Sa’i dilakukan sebanyak tujuh lintasan, dimulai di Safa dan berakhir di Marwah.
Cara menghitungnya sering membuat jamaah pertama kali keliru:
- Safa → Marwah = lintasan 1;
- Marwah → Safa = lintasan 2;
- Safa → Marwah = lintasan 3;
- dan seterusnya;
- lintasan ke-7 berakhir di Marwah.
Jadi satu kali pergi-pulang bukan dihitung sebagai satu lintasan.
Pria dapat berlari kecil pada area penanda hijau apabila kondisi memungkinkan, sedangkan perempuan berjalan biasa.
Tidak perlu memaksakan kecepatan rombongan apabila tubuh mulai kelelahan.
4. Tahallul
Setelah sa’i selesai, jamaah melakukan tahallul dengan memotong atau mencukur rambut sesuai tuntunan.
Bagi pria, mencukur lebih pendek atau gundul memiliki keutamaan dalam tuntunan.
Perempuan cukup memotong sebagian ujung rambut sesuai arahan pembimbing.
Setelah tahallul selesai, rangkaian larangan ihram berakhir.
5. Tertib
Tertib berarti seluruh rukun dilaksanakan sesuai urutan:
ihram → tawaf → sa’i → tahallul.
Jangan berpindah ke tahap berikutnya hanya karena mengikuti rombongan tanpa mengetahui tahapan yang sedang dilakukan.
Wajib Umroh dan Miqat
Selain rukun, jamaah juga perlu memahami wajib umroh.
Dalam tuntunan Kementerian Agama RI, wajib umroh mencakup ihram dari miqat dan menjaga larangan ihram.
Apabila terjadi persoalan seperti melewati miqat, sakit, lupa, menstruasi, atau pelanggaran tertentu, jangan menentukan konsekuensi dam sendiri.
Sampaikan kasus sebenarnya kepada pembimbing ibadah karena ketentuan dapat bergantung pada jenis dan kondisi pelanggaran.
Larangan Selama Ihram
Setelah niat ihram dilakukan, jamaah harus menjaga larangan ihram sampai tahallul.
Larangan yang Perlu Diperhatikan
Secara umum, jamaah perlu menghindari:
- menggunakan wangi-wangian setelah ihram dimulai;
- memotong kuku;
- mencukur atau mencabut rambut tanpa alasan yang dibenarkan;
- melakukan aktivitas seksual;
- melakukan akad nikah atau menikahkan;
- tindakan lain yang termasuk larangan ihram sesuai tuntunan manasik.
Khusus Pria
Pria perlu memperhatikan larangan:
- menutup kepala menggunakan penutup yang melekat;
- mengenakan pakaian yang membentuk anggota badan seperti pakaian sehari-hari sesuai tuntunan ihram.
Khusus Perempuan
Perempuan tidak menggunakan:
- niqab atau cadar saat ihram;
- sarung tangan.
Perempuan tetap menjaga aurat menggunakan pakaian syar’i sesuai tuntunan.
Selain larangan teknis tersebut, jamaah juga perlu menjaga ucapan, menghindari pertengkaran, dan tidak melakukan tindakan yang merusak kekhusyukan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Jamaah Pertama Kali
Beberapa masalah sebenarnya bukan karena jamaah tidak mengetahui rukun, tetapi karena kurang memahami situasi di lapangan.
Kesalahan yang perlu dihindari antara lain:
- terlalu sibuk merekam video hingga kehilangan rombongan;
- mengira setiap putaran tawaf memiliki doa wajib yang berbeda;
- memaksakan menyentuh Hajar Aswad saat sangat padat;
- salah menghitung sa’i sebagai pergi-pulang satu kali;
- berhenti mendadak di tengah arus jamaah;
- tidak mengetahui titik kumpul setelah ibadah selesai.
Sebelum memasuki Masjidil Haram, pastikan Kawan Alsha mengetahui siapa yang diikuti dan di mana titik berkumpul bila terpisah.
Panduan Praktis Selama di Makkah
Setiap keluar dari hotel, biasakan membawa:
- kartu atau alamat hotel;
- ponsel dengan baterai cukup;
- nomor pembimbing;
- tas kecil;
- air minum;
- sandal nyaman;
- tas sandal;
- sedikit uang;
- titik kumpul yang sudah disepakati.
Pada periode padat, akses menuju Masjidil Haram dapat dialihkan petugas. Karena itu jangan hanya menghafalkan satu pintu.
Foto nama pintu atau landmark ketika pertama kali datang agar lebih mudah menemukan jalan kembali.
Jika ingin melakukan ibadah tambahan setelah rangkaian umroh selesai, sesuaikan dengan kondisi tubuh.
Tidak perlu memaksakan jumlah aktivitas apabila justru menyebabkan kelelahan berat.
Haruskah Umroh Berkali-kali Selama di Makkah?
Tidak ada kewajiban melakukan umroh berkali-kali selama tinggal di Makkah.
Terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai pengulangan umroh dalam waktu singkat. Karena itu, ikuti program dan arahan pembimbing serta prioritaskan kualitas ibadah dibanding mengejar jumlah.
Panduan di Madinah dan Raudhah
Berada di Madinah bukan bagian dari rukun umroh, tetapi menjadi kesempatan bagi jamaah untuk memperbanyak ibadah dan menjaga adab di Masjid Nabawi.
Untuk kunjungan Raudhah:
- gunakan permit resmi Nusuk;
- datang sesuai slot waktu;
- simpan screenshot permit;
- ikuti jalur petugas;
- jangan mendorong jamaah lain;
- jangan membeli slot dari pihak tidak resmi.
Jika bepergian bersama lansia atau pasangan, jangan terpisah tanpa menentukan titik temu terlebih dahulu.
Gunakan waktu di Madinah untuk menjaga ritme ibadah sekaligus memulihkan stamina apabila perjalanan sebelumnya padat.
Cuaca Arab Saudi dan Strategi Menjaga Stamina
Arab Saudi memiliki iklim kering hingga semi-kering dengan perbedaan kondisi antarperiode.
Secara umum:
Desember–Februari: lebih sejuk dan pagi atau malam dapat terasa dingin, terutama di Madinah.
Maret–Mei: suhu mulai meningkat dan panas siang semakin terasa.
Juni–Agustus: panas dapat menjadi tantangan utama sehingga hidrasi dan waktu istirahat perlu diprioritaskan.
September–November: masih hangat atau panas kemudian berangsur lebih nyaman.
Kondisi aktual dapat berbeda antar kota dan tahun, sehingga periksa prakiraan cuaca mendekati keberangkatan.
Jangan Abaikan Tanda Tubuh Mulai Kelelahan
Berhenti dan beri tahu pendamping apabila mengalami:
- pusing;
- mual;
- kram;
- sakit kepala berat;
- lemas tidak wajar;
- sesak;
- nyeri dada;
- kebingungan;
- penurunan kesadaran.
Jangan menahan keluhan hanya karena takut merepotkan rombongan.
Stamina adalah bagian dari bekal ibadah.
Jika seluruh tenaga habis pada satu hari karena mengejar terlalu banyak aktivitas, kualitas ibadah pada hari berikutnya dapat menurun.
Panduan Umroh untuk Lansia
Jamaah lansia sebaiknya memiliki sistem pendamping.
Gunakan satu pendamping utama dan satu cadangan apabila memungkinkan.
Simpan informasi berikut di tempat yang mudah ditemukan:
- nama jamaah;
- nama hotel;
- nomor pembimbing;
- penyakit tertentu;
- alergi;
- obat rutin;
- nomor keluarga.
Jangan memaksakan lansia mengikuti kecepatan rombongan yang lebih muda.
Kursi roda merupakan alat bantu untuk menghemat tenaga dan menjaga keselamatan, bukan sesuatu yang perlu dihindari karena gengsi.
Atur waktu makan dan minum obat agar tidak terabaikan karena aktivitas ibadah.
Panduan Membawa Anak Umroh
Jika membawa anak:
- gunakan kartu atau gelang identitas;
- cantumkan nomor orang tua dan travel;
- ajarkan anak untuk berhenti di lokasi aman jika terpisah;
- ajarkan mencari petugas berseragam;
- bawa air dan snack ringan;
- sediakan pakaian ganti;
- jangan memaksakan ritme ibadah orang dewasa kepada anak.
Dokumen perjalanan anak juga perlu diselesaikan jauh sebelum keberangkatan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terpisah dari Rombongan?
Jangan langsung berjalan tanpa arah ketika menyadari rombongan sudah tidak terlihat.
Lakukan urutan berikut:
- berhenti di lokasi yang aman;
- hubungi pembimbing atau ketua rombongan;
- kirim foto landmark atau share location;
- jika baterai hampir habis, kirim satu pesan lengkap berisi nama, lokasi, kondisi, dan hotel;
- cari petugas resmi atau information desk.
Hindari mengikuti orang yang menawarkan bantuan tetapi tidak memiliki identitas jelas.
Nomor Darurat Arab Saudi
Simpan beberapa nomor berikut di ponsel:
- 911 — Unified Emergency Number;
- 997 — Ambulans;
- 937 — Kementerian Kesehatan;
- 999 — Polisi;
- 112 — Emergency tanpa SIM.
Gunakan nomor darurat ketika kondisi memang memerlukan pertolongan segera.
Menjaga Keamanan Barang
Di area yang sangat padat:
- gunakan tas kecil di depan tubuh;
- jangan membawa seluruh uang tunai setiap keluar hotel;
- jangan menyerahkan paspor atau ponsel kepada orang yang tidak dikenal;
- aktifkan PIN atau biometrik;
- aktifkan fitur pencarian perangkat;
- foto koper dan tag bagasi sebelum check-in.
Simpan nama hotel dan alamatnya secara offline agar tetap dapat ditunjukkan ketika ponsel tidak memiliki koneksi internet.
Kepulangan, Zamzam, dan Bagasi
Kepulangan sering dianggap lebih mudah karena rangkaian ibadah telah selesai, padahal saat itu jamaah biasanya sudah lelah.
Sebelum check-out:
- pastikan paspor ada;
- periksa charger dan ponsel;
- masukkan obat ke tas kabin;
- periksa laci dan safe;
- cek kamar mandi;
- pasang tag koper;
- pastikan titik kumpul rombongan.
Aturan Zamzam
Jangan memasukkan wadah Zamzam ke dalam checked baggage.
Pengangkutan Zamzam mengikuti prosedur khusus sebagai bagasi terpisah dan ketentuan maskapai maupun bandara yang digunakan.
Power Bank
Power bank juga tidak dimasukkan ke checked baggage.
Simpan power bank di tas kabin dan ikuti ketentuan kapasitas dari maskapai.
Checklist Umroh H-7
Satu minggu sebelum keberangkatan, cek:
- paspor dan dokumen final;
- vaksin dan e-ICV;
- obat cukup;
- koper sebagian besar selesai;
- tas kabin siap;
- manasik dipahami;
- nomor pembimbing tersimpan;
- hotel dan titik kumpul diketahui;
- metode pembayaran siap;
- roaming atau eSIM direncanakan;
- sandal sudah dicoba;
- pola tidur mulai dijaga.
Checklist H-1
Sehari sebelum keberangkatan:
- cek tiket dan jadwal;
- pasang alarm;
- isi daya power bank;
- masukkan dokumen ke tas;
- masukkan obat ke kabin;
- timbang koper;
- periksa aturan barang cair;
- siapkan pakaian keberangkatan;
- informasikan itinerary kepada keluarga;
- jangan begadang.
Tes 30 Detik Sebelum Keluar Rumah
Sebelum berangkat, tanyakan:
Paspor? Ponsel? Dompet? Obat? Tas kabin? Koper?
Jika enam barang inti tersebut sudah aman, sebagian besar risiko barang penting tertinggal sudah dapat dihindari.
Download Panduan Umroh Lengkap PDF
Kawan Alsha, koneksi internet di area Masjidil Haram atau saat perjalanan tidak selalu dapat diandalkan.
Karena itu, Alsha Tours telah menyiapkan Panduan Umroh Lengkap dalam format PDF yang dapat disimpan di ponsel sebelum keberangkatan.
PDF tersebut memuat panduan praktis mulai dari:
- timeline persiapan 90 hari;
- dokumen dan Nusuk;
- vaksinasi;
- biaya;
- perlengkapan;
- manasik;
- miqat;
- tata cara umroh;
- panduan Makkah dan Madinah;
- cuaca;
- panduan lansia dan keluarga;
- keamanan;
- nomor darurat;
- Zamzam dan bagasi;
- checklist perjalanan;
- hingga FAQ.
Download Panduan Umroh Lengkap PDF
Simpan PDF di ponsel agar dapat dibaca secara offline selama perjalanan.

Rifqi Haitami adalah Tour Leader berpengalaman di Alsha Tours sejak 2016 dan lulusan Pascasarjana Universitas Islam Jakarta. Aktif membimbing jamaah umroh sekaligus menulis panduan berdasarkan pengalaman langsung dan wawasan keislaman yang mendalam.