Dokumen kesehatan ini sama pentingnya dengan paspor dan tiket. Tanpa sertifikat vaksinasi internasional yang sah, proses keberangkatan umroh bisa tertunda.
Oleh karena itu, Alsha Tours ini akan membahas tuntas aturan resmi vaksin meningitis untuk umroh, berapa lama masa berlakunya, bagaimana cara mengurus sertifikat International Certificate of Vaccination (ICV), sampai kisaran biaya dan lokasi terdekat yang bisa kamu datangi. Semua informasi disusun berdasarkan regulasi resmi Kementerian Kesehatan RI agar kamu tidak salah langkah.
Aturan Resmi & Syarat Vaksin Umroh Terbaru
Ketentuan kesehatan bagi jemaah umroh saat ini diatur langsung melalui Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemenkes RI Nomor HK.02.02/A/1206/2025 tentang Pelaksanaan Imunisasi bagi Jemaah Haji dan Umrah, yang terbit 25 April 2025. Surat edaran ini sekaligus mencabut aturan sebelumnya, yaitu SE Nomor HK.02.02/A/3717/2024, sehingga inilah acuan resmi yang berlaku untuk saat ini.
Sesuai surat edaran tersebut, jemaah umroh dan pelaku perjalanan ke Arab Saudi wajib mendapatkan dua vaksin umroh yaitu Meningitis Meningokokus dan Poliomyelitis (polio).
Ketentuannya sedikit berbeda dengan jemaah haji, yang selain kedua vaksin tersebut juga diwajibkan menerima vaksin COVID-19, khusus bagi yang memenuhi kriteria risiko tertentu seperti usia di atas 65 tahun, sedang hamil, atau memiliki penyakit kronis tertentu. Untuk jemaah umroh, vaksinasi Meningitis Meningokokus dan Poliomyelitis dapat dilakukan secara mandiri di UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan (BKK) atau fasilitas pelayanan kesehatan lain yang telah ditunjuk sebagai penyelenggara layanan vaksinasi internasional.
Aturan Kementerian Kesehatan RI & Pemerintah Arab Saudi
Kemenkes RI menetapkan vaksin Meningitis Meningokokus dan Poliomyelitis sebagai syarat wajib, bukan sekadar anjuran, bagi jemaah umroh maupun pelaku perjalanan lain yang menggunakan visa ke Arab Saudi. Ketentuan ini sejalan dengan persyaratan kesehatan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Arab Saudi, yang memasukkan kedua vaksin tersebut dalam kategori required vaccinations bagi seluruh pengunjung dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Meningitis meningokokus adalah infeksi yang menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang, disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis yang menular lewat droplet pernapasan. Sementara itu, polio adalah penyakit yang menyerang sistem saraf dan berpotensi menyebabkan kelumpuhan permanen, terutama pada anak-anak.
Vaksinasi menjadi benteng pertama untuk melindungi diri sekaligus mencegah penyebaran penyakit ke jemaah lain, sekaligus bagian dari komitmen Indonesia menjaga tata kelola kesehatan perjalanan internasional sesuai International Health Regulation (IHR-2005).
Kedua vaksin wajin karena jika ada salah satu yang kurang, sertifikat e-ICV kamu tidak akan lengkap dan berpotensi menghambat proses penerbitan visa. Untuk gambaran lengkap biaya vaksin meningitis sekaligus polio dalam satu kunjungan, kamu bisa cek langsung rincian biaya vaksin meningitis dan polio di berbagai kota agar lebih mudah membandingkan pilihan sesuai lokasi dan bujetmu.
Apa Saja Dokumen untuk Daftar Vaksin Umroh?
Setelah divaksin, kawan Alsha akan menerima sertifikat International Certificate of Vaccination atau buku kuning. Sejak Februari 2025, Arab Saudi resmi beralih ke sistem verifikasi digital, sehingga sertifikat yang berlaku sekarang berbentuk e-ICV. Berikut dokumen yang harus disiapkan untuk mendapatkan buku kuning.
- Paspor asli, pastikan nama yang tertera sama persis dengan data pendaftaran vaksin
- KTP asli atau fotokopi yang masih berlaku
- Kartu Keluarga, khusus untuk jemaah yang belum berusia 17 tahun
- Bukti booking travel umroh atau tiket keberangkatan sebagai penguat data perjalanan
Kesalahan kecil seperti perbedaan ejaan nama antara paspor dan data vaksin umroh bisa membuat sertifikatmu ditolak saat verifikasi. Jadi, cek ulang setiap dokumen sebelum berangkat ke lokasi vaksinasi.
Integrasi dengan Aplikasi SATUSEHAT
Setelah proses vaksinasi selesai, data e-ICV akan otomatis tersinkronisasi ke Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (SINKARKES) yang terhubung dengan aplikasi SATUSEHAT milik Kemenkes.
Kamu bisa mengecek status sertifikat vaksinmu langsung melalui aplikasi SATUSEHAT di ponsel, biasanya muncul dalam beberapa hari kerja setelah penyuntikan. Jika setelah satu minggu sertifikat belum juga muncul, sebaiknya segera hubungi fasilitas kesehatan tempat kamu divaksin untuk memastikan datamu benar-benar terinput di sistem.
Berlaku Berapa Lama Vaksin Umroh?
Vaksin meningitis jenis konjugat atau kuadrivalen (ACWY) yang digunakan untuk keperluan umroh umumnya memberikan perlindungan selama 5 tahun untuk orang dewasa dan anak di atas usia 5 tahun. Untuk anak di bawah 5 tahun, masa perlindungannya lebih singkat, sekitar 2 hingga 3 tahun. Sementara itu, vaksin polio (IPV) yang wajib menyertai meningitis punya masa berlaku jauh lebih pendek, yakni sekitar 1 tahun sejak tanggal penyuntikan. Artinya, kalau kamu berangkat umroh lagi tahun depan, vaksin meningitis mungkin masih berlaku, tapi vaksin polio biasanya perlu diulang.
Vaksin meningitis disarankan disuntikkan minimal 10 hingga 14 hari sebelum tanggal keberangkatan, sementara vaksin polio idealnya diberikan 4 minggu hingga 12 bulan sebelum berangkat, dan paling lambat 4 minggu sebelum tanggal keberangkatan agar sertifikatnya sempat aktif di sistem.
Jeda waktu ini dibutuhkan agar tubuh punya cukup waktu membentuk antibodi secara optimal. Idealnya, mulailah proses vaksinasi umroh 2 hingga 3 minggu sebelum berangkat supaya kedua vaksin bisa diberikan sekaligus dalam satu kali kunjungan tanpa terburu-buru. Kalau kamu juga berencana melengkapi vaksin polio, simak dulu kisaran biaya vaksin polio untuk umroh supaya persiapan dananya lebih matang.
Tempat dan Biaya Vaksin Umroh
Kawan Alsha sekarang lebih mudah untuk vaksin umroh karena banyak pilihan fasilitas kesehatan resmi terdekat, mulai dari yang dikelola pemerintah sampai klinik swasta, dengan kisaran harga yang bisa disesuaikan dengan bujet masing-masing. Berikut detailnya.
1. Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK)
BKK, yang dulu dikenal sebagai Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), tersebar di kota-kota dengan bandara atau pelabuhan internasional di seluruh Indonesia dan jadi salah satu opsi vaksin umroh murah karena tarifnya ditetapkan langsung oleh pemerintah.
Fasilitas ini juga menjadi rujukan utama karena terhubung langsung dengan sistem Kemenkes, sehingga sertifikat e-ICV untuk kedua vaksin bisa terbit hari itu juga. Kisaran biaya vaksin meningitis di BKK umumnya berada di rentang Rp200.000 hingga Rp350.000, sementara vaksin polio dipatok mulai Rp250.000 hingga Rp600.000 tergantung jenis dan ketersediaan stok di masing-masing kota.
Jika kamu tinggal di ibukota, kamu bisa langsung mengecek pilihan vaksin meningitis Jakarta yang paling dekat dengan domisilimu.
2. Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP)
BKKP, yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, juga melayani vaksinasi meningitis dan polio untuk keperluan haji dan umroh dengan biaya vaksin meningitis sekitar Rp330.000 per suntikan.
Fasilitas ini biasanya tersedia di kota-kota pelabuhan besar dan bisa jadi alternatif kalau BKK di kotamu sedang ramai atau stok vaksinnya sedang terbatas.
3. Rumah Sakit Umum Pusat/Daerah (RSUP/RSUD)
Banyak RSUP dan RSUD kini memiliki poliklinik khusus vaksinasi internasional yang bekerja sama dengan Kemenkes dan sudah bisa melayani vaksin meningitis maupun polio dalam satu paket. Sebagai gambaran, Rumah Sakit Haji Jakarta mematok tarif vaksin meningitis mulai Rp350.000 pada hari kerja biasa dan sedikit lebih tinggi di akhir pekan.
Kelebihan vaksin di rumah sakit umum biasanya ada di proses screening kesehatan yang lebih lengkap, cocok untuk jemaah dengan riwayat penyakit kronis atau kondisi medis tertentu yang butuh pemeriksaan dokter lebih dulu.
Jika kamu ingin tahu lebih detail soal komponen biayanya, kamu bisa cek dulu rincian biaya suntik meningitis di puskesmas untuk gambaran alokasi dana sebelum mendaftar.
4. Klinik Swasta / Klinik Vaksinasi Internasional
Kalau Kawan Alsha mencari vaksin umroh di Jakarta dengan jadwal yang fleksibel, klinik swasta seperti Bumame, Bio Medika, and inHarmony bisa jadi pilihan. Klinik-klinik ini menawarkan layanan vaksin meningitis dengan harga yang bervariasi, umumnya berkisar Rp300.000 hingga Rp600.000, plus opsi vaksin polio dan vaksin anjuran lain seperti influenza atau pneumonia dalam satu kali kunjungan.
Kelebihan klinik swasta biasanya di sisi kenyamanan, proses booking online, dan kecepatan penerbitan sertifikat, cocok buat kamu yang punya waktu terbatas dan ingin semua vaksin umroh selesai dalam sekali datang.
Setelah urusan kesehatan beres, saatnya kamu fokus menyiapkan hal lain seperti anggaran perjalanan. Kamu bisa mulai menghitung kebutuhan harga paket umroh 2026 yang sudah dirangkum lengkap, mulai dari paket hemat sampai reguler.
Kalau masih ada pertanyaan seputar dokumen, jadwal keberangkatan, atau rangkaian ibadah dari awal sampai akhir, panduan umroh dari Alsha Tours bisa jadi referensi lengkap supaya perjalanan ibadahmu berjalan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.

Rifqi Haitami adalah Tour Leader berpengalaman di Alsha Tours sejak 2016 dan lulusan Pascasarjana Universitas Islam Jakarta. Aktif membimbing jamaah umroh sekaligus menulis panduan berdasarkan pengalaman langsung dan wawasan keislaman yang mendalam.