
Doa Umroh Mabrur Sesuai Sunnah – Umroh adalah ibadah yang menjadi impian jutaan Muslim di seluruh dunia. Perjalanan suci ini bukan sekadar rangkaian ritual, tetapi juga momentum pembaruan hati dan jiwa. Karena itu, banyak jamaah yang bertanya: “Bisakah umroh menjadi mabrur seperti halnya haji?”
Pertanyaan ini penting, sebab kemabruran adalah indikator diterimanya sebuah ibadah. Menurut para ulama, umroh bisa mencapai derajat mabrur, sebagaimana dijelaskan dalam beberapa kitab fikih klasik dan panduan ibadah modern.
Dalam artikel ini, Anda akan menemukan doa umroh mabrur sesuai sunnah, penjelasan lengkap dari kitab, waktu membacanya saat tawaf, serta ciri-ciri umroh yang diterima Allah. Panduan ini dirancang agar jamaah memahami makna ibadah dengan lebih dalam, bukan hanya sekadar mengikuti praktik teknisnya saja.
Apa Itu Umroh Mabrur?
Istilah “mabrur” umumnya digunakan untuk ibadah haji. Tetapi para ulama menjelaskan bahwa umroh juga dapat menjadi mabrur, yaitu umroh yang diterima dan diberi keberkahan oleh Allah SWT. Dalam buku Umrah: Panduan Ibadah Umrah Praktis Lahir Batin karya Ahmad Alawiy dkk., dijelaskan bahwa:
“Umrah mabrur adalah umrah yang diterima. Orang yang melakukannya menjaga syarat sah ibadah, ikhlas karena Allah, mengikuti petunjuk Nabi SAW, dan menjauhi segala bentuk dosa.”
Definisi ini sejalan dengan konsep umum dalam ibadah: diterimanya amal sangat dipengaruhi oleh keikhlasan dan ketaatan terhadap sunnah. Dalam Fikih Ibadah Mazhab Syafi’i karya Syaikh Alauddin Za’tari, ditegaskan pula bahwa ada doa-doa yang dianjurkan saat tawaf, termasuk doa agar ibadah menjadi mabrur.
Dengan demikian, kemabruran umroh bukan diukur dari fasilitas perjalanan, lamanya tinggal, atau banyaknya ritual tambahan yang dilakukan. Kemabruran terletak pada perubahan hati dan perilaku setelah pulang dari Tanah Suci.
Ciri-Ciri Umroh Mabrur yang Diakui Para Ulama
Untuk mengetahui apakah ibadah umroh seseorang cenderung diterima, para ulama memberikan beberapa tanda atau ciri yang dapat dijadikan refleksi:
- Iman dan ketaatan meningkat setelah pulang
Orang yang mendapat umroh mabrur akan merasakan dorongan kuat untuk memperbaiki ibadah—mulai dari salat lima waktu, membaca Al-Qur’an, hingga menghindari kemaksiatan. - Meninggalkan perilaku buruk
Umroh mabrur tercermin dari perilaku yang lebih tenang, sabar, rendah hati, dan menjauhi dosa yang sebelumnya sering dilakukan. - Rajin menghadiri majelis ilmu
Para ulama menyebutkan bahwa hati yang dibersihkan saat umroh akan mudah menerima nasihat dan ilmu agama. - Bergaul dengan orang-orang saleh
Salah satu ciri kemabruran adalah keinginan kuat untuk memperbaiki lingkungan sosial. - Tidak menyombongkan ibadah
Umroh mabrur tidak membuat seseorang merasa lebih unggul dari orang lain. Ia bahkan semakin rendah hati.
Ciri-ciri ini bukan standar mutlak, tetapi menjadi indikator umum yang disepakati banyak ulama.
Doa Umroh Mabrur Sesuai Sunnah
Dalam rangka mencapai kemabruran, Rasulullah SAW mengajarkan beberapa doa yang diucapkan saat umroh, terutama ketika melaksanakan tawaf. Doa-doa ini bersumber dari riwayat sahih dan digunakan oleh para ulama dalam kitab panduan ibadah.
1) Doa Agar Terhindar dari Riya dan Sum’ah
Dari HR Ibnu Majah:
﴿ حَجَّةً لَا رِيَاءَ فِيهَا وَلَا سُمْعَةً ﴾
Latin: Allahumma hajjatan lā ri-yā-a fīhā wa lā sum‘ah.
Arti: “Ya Allah, jadikanlah haji atau umroh ini tanpa riya dan tanpa sum’ah.”
Doa ini sangat relevan di era media sosial, di mana sebagian jamaah tanpa sadar lebih fokus mengabadikan momen dibanding menjaga kekhusyukan ibadah. Membaca doa ini membantu menjaga keikhlasan.
2) Doa Umroh Mabrur Putaran 1–3 Saat Tawaf
Dalam riwayat Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW dianjurkan membaca doa ini saat tiga putaran pertama tawaf ketika melakukan raml (lari-lari kecil).
﴿ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا – أَوْ عُمْرَةً مَبْرُورَةً – وَذَنْبًا مَغْفُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا ﴾
Latin: Allahummaj-‘alhu hajjan mabrūran aw ‘umratan mabrūratan wa dzanban maghfūran wa sa’yan masykūrā.
Arti: “Ya Allah, jadikanlah ini haji atau umroh yang mabrur, dosa yang Engkau ampuni, dan sa’i yang Engkau syukuri.”
Doa ini merupakan inti dari permohonan kemabruran umroh.
3) Doa Khusus Umrah Mabrur
Beberapa kitab fikih memberikan doa khusus untuk umroh:
﴿ اللَّهُمَّ اجْجَعْلْهُ عُمْرَةً مَبْرُورَةً – وَذَنْبًا مَغْفُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا ﴾
Latin: Allahummaj-‘alhu ‘umratan mabrūratan wa dzanban maghfūran wa sa’yan masykūrā.
Arti: “Ya Allah, jadikanlah ini umroh yang mabrur, dosa yang Engkau ampuni, dan sa’i yang Engkau syukuri.”
Doa ini dapat dibaca sepanjang tawaf, terutama pada putaran awal.
4) Doa Tawaf Putaran 4–7
Ketika memasuki putaran keempat hingga ketujuh, Rasulullah SAW membaca doa yang berbeda:
﴿ اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ عَمَّا تَعْلَمُ وَأَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ ﴾
﴿ اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴾
Arti: “Ya Allah, ampunilah, sayangilah, dan maafkanlah apa yang Engkau ketahui. Engkau Maha Mulia.
Ya Allah, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.”
Doa ini sangat populer dan dapat dibaca kapan saja, termasuk di luar tawaf dan untuk doa tawaf lengkapnya silahkan baca di halaman Doa Tawaf Wada Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya.
Kapan Doa-Doa Ini Dibaca?
- Putaran 1–3: Lari-lari kecil (raml)
Pada fase ini, jamaah disunnahkan membaca doa umroh mabrur sebagaimana riwayat Ibnu Umar RA. - Putaran 4–7: Berjalan biasa
Pada fase ini dianjurkan membaca doa “Rabbana atina” beserta doa memohon ampunan. - Di Rukun Yamani
Sebagian ulama menyebut cukup membaca doa “Rabbana atina…” tanpa tambahan lain. - Sepanjang Umroh
Doa agar terhindar dari riya boleh dibaca kapan saja.
Panduan ini membantu jamaah membangun kesadaran bahwa tawaf bukan sekadar berjalan mengelilingi Ka’bah, tetapi momen refleksi spiritual yang dalam.
Doa Umroh Mabrur untuk Orang Lain
وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّاۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ١٢٧
latin: wa idz yarfa‘u ibrâhîmul-qawâ‘ida minal-baiti wa ismâ‘îl, rabbanâ taqabbal minnâ, innaka antas-samî‘ul-‘alîm (Ingatlah)
Artinya: ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Doa ini disarankan oleh tour leader Alsha Tours untuk jamaah umroh agar dijadikan mabrur ibadah umrohnya, serta dapat juga dihadiakan untuk orang lain dengan dengan niat “semoga ibadahnya dijadikan mabrur”.
Adab dan Sikap Agar Umroh Menjadi Mabrur
Untuk meraih kemabruran, doa saja tidak cukup. Ada adab-adab yang harus dijaga:
- Ikhlas dan tidak mengganggu jamaah lain
Tidak berdesak-desakan demi foto atau video, tidak memotret berlebihan hingga mengganggu orang lain. - Menjaga lisan
Hindari keluhan, pertengkaran, atau debat selama ibadah. - Mengikuti tuntunan Nabi SAW
Ritual sesuai sunnah lebih mendekatkan diri pada kemabruran ibadah. - Memperbanyak dzikir dan istighfar
Tanah Suci adalah tempat mustajab doa—isi dengan amalan terbaik. - Tidak sombong setelah pulang
Kemabruran justru terlihat setelah umroh selesai, bukan saat menjalankannya.
Kesalahan Umroh yang Sering Terjadi dan Mengurangi Kemabruran
- Menentukan doa-doa tertentu untuk setiap putaran tawaf tanpa dalil.
- Berdoa keras-keras hingga mengganggu jamaah lain.
- Berfokus pada dokumentasi dibanding ibadah.
- Menganggap tawaf tidak sah tanpa doa tertentu.
- Mendorong jamaah lain demi menyentuh Hajar Aswad.
Kesalahan ini tampak sepele, tetapi bisa memengaruhi kekhusyukan dan kualitas ibadah.
Penutup: Doa Agar Allah Menerima Umroh Kita
Sebagai penutup, bacalah doa menyentuh ini sebagai refleksi pribadi:
“Ya Allah, terimalah umroh kami. Tenangkan langkah kami, sucikan hati kami, ampuni dosa kami, dan jadikan perjalanan ini sebagai titik awal hidup yang lebih taat dan penuh keberkahan.”
Semoga Allah menerima setiap langkah yang kita tempuh menuju Tanah Suci, menjadikannya umroh yang mabrur, penuh pahala, dan membawa perubahan nyata bagi kehidupan kita. Selain doa diatas kami telah merangkumnya di kumpulan Do’a Para Ulama Agar Bisa Umroh dan Haji Tiap Tahun spesial untuk Kawan Alsha.
Semoga artikel ini bermanfaat!

Rifqi Haitami adalah Tour Leader berpengalaman di Alsha Tours sejak 2016 dan lulusan Pascasarjana Universitas Islam Jakarta. Aktif membimbing jamaah umroh sekaligus menulis panduan berdasarkan pengalaman langsung dan wawasan keislaman yang mendalam.