Tata Cara Umroh Perempuan: Panduan Lengkap dari Niat hingga Tahallul

Tata Cara Umroh Perempuan | Alsha Tours & Travel
Bayangkan kamu berdiri di miqat, mengenakan mukena putih yang masih terasa asing di badan. Talbiyah mulai terdengar dari jamaah di sekitarmu, tetapi hatimu justru berdebar. Sudah benarkah niatku? Bagaimana kalau haid datang di tengah ibadah? Pertanyaan-pertanyaan kecil itu sering muncul justru di saat kamu paling ingin tenang.

Rasa cemas seperti itu wajar, dan bisa diredakan. Tata cara umroh perempuan memang punya ketentuan yang berbeda dari laki-laki, mulai dari pakaian ihram, cara talbiyah, sampai tahallul. Padahal perempuan mengisi bagian yang besar dari jamaah umroh Indonesia setiap tahun, sebagaimana tercermin dalam data Kementerian Agama. Lewat tulisan ini, kamu akan dituntun melewati seluruh rangkaiannya, dari niat hingga tahallul, lengkap dengan bacaan dan dalil yang bisa kamu percaya.

Urutan Tata Cara Umroh Perempuan Secara Singkat

Sebelum masuk ke pembahasan rinci, ini urutan umroh perempuan yang perlu kamu pegang. Panduan umroh perempuan pada dasarnya mengikuti rukun yang sama dengan laki-laki, hanya beberapa titik yang berbeda. Kamu bisa membandingkannya dengan tata cara umroh sesuai sunnah secara umum, lalu memperhatikan penanda khusus perempuan di tiap langkah berikut.

  1. Ihram dan niat di miqat. Perempuan memakai pakaian biasa yang menutup aurat, bukan dua kain ihram tanpa jahitan seperti laki-laki.
  2. Membaca talbiyah dengan suara lirih, cukup terdengar oleh diri sendiri.
  3. Tawaf tujuh putaran mengelilingi Ka’bah, tanpa lari-lari kecil (raml).
  4. Sa’i tujuh kali antara Shafa dan Marwah, berjalan biasa tanpa berlari.
  5. Tahallul dengan memotong ujung rambut sepanjang ruas jari, bukan mencukur gundul.
Infografis urutan tata cara umroh perempuan dari niat hingga tahallul.

Lima langkah tata cara umroh perempuan, dari niat di miqat hingga tahallul.

Ketentuan Khusus Umroh untuk Perempuan yang Perlu Kamu Pahami

Inilah bagian yang membuat tata cara perempuan berbeda. Memahami titik-titik ini akan membantumu bergerak lebih tenang di Tanah Suci, tanpa ragu apakah langkahmu sudah tepat.

Pakaian Ihram Perempuan dan Batas Aurat

Perempuan tidak memakai kain ihram tanpa jahitan. Kamu mengenakan pakaian biasa yang menutup seluruh aurat. Saat ihram, kamu tidak memakai niqab (cadar) dan sarung tangan. Namun bila ada laki-laki bukan mahram yang lewat, kamu boleh menurunkan kain penutup dari atas kepala untuk menutupi wajah. Inilah batas aurat wanita saat ihram yang sering menimbulkan pertanyaan.

وَلَا تَنْتَقِبِ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ، وَلَا تَلْبَسِ الْقُفَّازَيْنِ

Wa lā tantaqibi al-mar’atu al-muhrimatu, wa lā talbasi al-quffāzayni.

“Dan janganlah perempuan yang berihram mengenakan cadar (niqab), dan jangan pula memakai sarung tangan.”

Sumber: Al-Bukhari, Sahih al-Bukhari [Damaskus: Dar Tuq al-Najah, 1422 H], Kitab Jaza’ al-Sayd, no. hadis 1838.

Talbiyah dengan Suara Lirih

Berbeda dari laki-laki yang mengeraskan talbiyah, perempuan cukup memperdengarkannya pada diri sendiri agar tidak menimbulkan fitnah. Ketentuan ini disepakati jumhur ulama dan diuraikan Imam an-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab. Jadi kamu tidak perlu ragu bila talbiyahmu terdengar pelan.

Ketentuan Tawaf dan Sa’i bagi Perempuan

Pada tata cara tawaf wanita, kamu tidak melakukan raml (lari kecil) dan idtiba’ (membuka bahu kanan). Begitu pula pada tata cara sa’i untuk wanita, kamu tidak berlari di antara dua tanda hijau. Semuanya dilakukan dengan berjalan tenang. Ketentuan ini dijelaskan Ibnu Qudamah dalam al-Mughni dan an-Nawawi dalam al-Majmu’, karena raml dan lari di antara dua tanda hijau memang disyariatkan untuk laki-laki, bukan perempuan.

Mahram dan Ketentuan Keberangkatan

Soal syarat umroh bagi wanita, terdapat perbedaan pandangan antar madzhab. Madzhab Hanafi dan Hanbali mensyaratkan mahram bagi perempuan yang bepergian. Sedangkan Syafi’i dan Maliki membolehkan keberangkatan bersama rombongan perempuan yang tepercaya pada kondisi aman untuk ibadah wajib. Dalam praktiknya, jamaah Indonesia umumnya berangkat dalam rombongan resmi, sehingga urusan umroh tanpa mahram bagi wanita menjadi lebih tertata. Untuk pembahasan lengkapnya, kamu bisa menyimak syarat umroh yang berlaku.

Aspek Perempuan Laki-laki
Pakaian ihram Pakaian biasa menutup aurat Dua kain tanpa jahitan
Niqab & sarung tangan Tidak dipakai saat ihram Tidak berlaku
Talbiyah Suara lirih Dikeraskan
Raml & idtiba’ Tidak dilakukan Dilakukan
Sa’i Berjalan biasa Berlari di antara tanda hijau
Tahallul Memotong ujung rambut Mencukur / memendekkan
Perbedaan utama tata cara umroh perempuan dan laki-laki dalam satu tampilan.

Niat dan Bacaan Umroh untuk Perempuan

Bacaan menjadi bagian yang sering membuat pemula ragu. Padahal lafaznya pendek dan mudah dihafal. Berikut niat umroh untuk perempuan beserta bacaan yang menyertainya.

Bacaan Niat Ihram Umroh

Bacaan niat umroh wanita diucapkan setelah kamu berihram di miqat.

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitul-‘umrata wa ahramtu bihā lillāhi ta’ālā.

“Aku berniat umroh dan berihram dengannya karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Talbiyah

Talbiyah dibaca berulang setelah niat. Ingat, sebagai perempuan kamu membacanya dengan suara lirih.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Labbaik allāhumma labbaik, labbaik lā syarīka laka labbaik, innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, lā syarīka lak.

“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Doa saat Tawaf dan Sa’i

Doa umroh untuk perempuan saat tawaf dan sa’i tidak dibakukan. Kamu boleh berdoa dengan bahasa sendiri, memohon apa pun yang kamu butuhkan. Bila ingin menghafal doa yang lebih lengkap, kamu bisa membuka kumpulan doa umroh mabrur sesuai sunnah sebagai bekal bacaan.

Tata Cara Umroh Perempuan Langkah demi Langkah

Setelah memahami ketentuan khusus dan bacaannya, mari kita rinci setiap langkah. Bagian ini melengkapi panduan umroh umum dengan penekanan pada hal-hal yang membedakan perempuan.

1. Bersuci dan Mengenakan Pakaian Ihram di Miqat

Mulailah dengan mandi sunnah. Kamu boleh memakai wewangian pada badan sebelum berihram, lalu mengenakan pakaian yang menutup aurat. Miqat kamu mengikuti titik keberangkatan rombonganmu.

2. Niat Umroh dan Membaca Talbiyah

Ucapkan niat umroh, lalu mulailah talbiyah dengan lirih. Sejak titik ini, larangan ihram mulai berlaku untukmu.

3. Tawaf Mengelilingi Ka’bah

Lakukan tujuh putaran dimulai dari Hajar Aswad, berjalan tenang tanpa raml. Setelah selesai, kerjakan dua rakaat salat di belakang Maqam Ibrahim bila memungkinkan. Tawaf adalah salah satu dari rukun umroh yang tidak boleh ditinggalkan.

4. Sa’i antara Shafa dan Marwah

Lakukan sa’i tujuh kali, dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Marwah. Kamu berjalan biasa, tanpa berlari di antara dua tanda hijau.

5. Tahallul dengan Memotong Rambut

Inilah penanda selesainya rangkaian umrohmu. Sebagai perempuan, tahallul wanita cukup dengan memotong ujung rambut sepanjang ruas jari. Kamu tidak diminta mencukur gundul. Setelah potong rambut umroh ini, seluruh larangan ihram gugur.

لَيْسَ عَلَى النِّسَاءِ حَلْقٌ، إِنَّمَا عَلَى النِّسَاءِ التَّقْصِيرُ

Laysa ‘alā an-nisā’i halqun, innamā ‘alā an-nisā’i at-taqṣīru.

“Perempuan tidak diwajibkan mencukur gundul; yang disyariatkan bagi perempuan hanyalah memendekkan (memotong sebagian) rambut.”

Sumber: Abu Dawud, Sunan Abi Dawud [Beirut: al-Maktabah al-‘Asriyyah], Kitab al-Manasik, no. hadis 1985.

Umroh saat Haid, Apa yang Harus Kamu Lakukan

Ini pertanyaan yang paling sering membuat cemas. Kabar yang menenangkan: bolehkah umroh saat haid? Jawabannya boleh. Saat haid, kamu tetap bisa melakukan seluruh rangkaian umroh, kecuali tawaf. Sebab tawaf mensyaratkan keadaan suci. Niat ihrammu tetap sah meski sedang haid, dan tawaf cukup ditunda sampai kamu suci.

افْعَلِي مَا يَفْعَلُ الْحَاجُّ، غَيْرَ أَنْ لَا تَطُوفِي بِالْبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِي

If’alī mā yaf’alu al-ḥājju, ghayra an lā taṭūfī bil-bayti ḥattā taṭhurī.

“Lakukanlah apa yang dilakukan orang yang berhaji, hanya saja jangan engkau melakukan tawaf di Baitullah sampai engkau suci.”

Sumber: Al-Bukhari, Sahih al-Bukhari [Damaskus: Dar Tuq al-Najah, 1422 H], Kitab al-Haidh, no. hadis 305; Muslim, Sahih Muslim [Beirut: Dar Ihya al-Turats al-‘Arabi], no. hadis 1211.

Secara praktis, kamu bisa mengatur jadwal sejak dari rumah dan berkonsultasi dengan pembimbing ibadah bila haid datang lebih cepat. Pembimbing akan membantu mengatur ulang waktu tawafmu agar ibadah tetap tertata.

Larangan yang Perlu Kamu Hindari selama Ihram

Melengkapi tata cara, ada beberapa larangan umroh bagi perempuan yang perlu kamu hindari selama ihram karena bisa dikenai denda atau membatalkan. Berikut yang utama:

  • Memakai wewangian baru setelah berihram.
  • Memotong rambut atau kuku sebelum tahallul.
  • Berkata kasar, bertengkar, atau berbuat maksiat.
  • Menikah, menikahkan, atau melamar.

Agar tidak keliru sejak awal, kamu bisa membaca daftar lengkap larangan sebelum berangkat umroh sebelum keberangkatanmu.

Persiapan Umroh Perempuan agar Ibadah Lebih Tenang

Ibadah yang tenang biasanya lahir dari persiapan umroh yang matang. Untuk perempuan, ada beberapa hal yang perlu perhatian lebih: kelengkapan dokumen, kesiapan kesehatan, pakaian ihram yang nyaman, serta pendamping ibadah yang memahami kebutuhanmu. Kamu bisa menyusun daftarnya lebih rinci lewat panduan persiapan umroh, sekaligus menimbang anggaran melalui rincian biaya umroh yang sesuai kebutuhanmu.

Kamu tidak perlu menghadapi persiapan ini sendirian. Kami di Alsha mendampingi setiap langkahmu, dari pembekalan bacaan hingga bimbingan di Tanah Suci. Sebagai penyelenggara berizin resmi dengan Akreditasi A, Alsha menjaga ibadahmu tetap tertata dan tenang.

Pakaian biasa yang menutup seluruh aurat, tanpa niqab dan sarung tangan saat ihram. Tidak ada ketentuan warna khusus, meski putih banyak dipilih karena bersih dan nyaman.

Tata cara umroh perempuan sebenarnya bisa kamu jalani dengan tenang bila dipersiapkan dan didampingi dengan baik. Setiap langkah, dari niat di miqat hingga tahallul, akan terasa lebih ringan ketika kamu tahu apa yang harus dilakukan.

Alsha Tours Solo

Alsha Tours Lampung