Sistem pengurusan visa umroh kini sudah sepenuhnya digital dan Kawan Alsha tidak perlu lagi antre panjang atau mengandalkan agen untuk mengajukan permohonan. Melalui aplikasi Nusuk milik pemerintah Arab Saudi dan layanan biometrik Tasheer (VFS Tasheer) di Indonesia, prosesnya bisa dilakukan sendiri dari rumah.
Sebagai gambaran awal: total estimasi biaya visa umroh mandiri berkisar antara Rp2.000.000 hingga Rp4.000.000, tergantung jenis visa yang dipilih dan kurs SAR-IDR saat pengajuan. Rincian lengkapnya akan kita bahas satu per satu di bawah ini.
Apa Saja Komponen Biaya dalam Pengurusan Visa Umroh Mandiri?
Sebelum melihat angkanya, penting untuk dipahami bahwa biaya visa umroh mandiri bukan hanya satu item. Ada tiga komponen utama yang membentuk total biaya yang perlu kamu siapkan.
1. Biaya Penerbitan Visa (Visa Fee)
Biaya ini merupakan tarif resmi yang ditetapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Untuk visa umroh yang diajukan melalui platform Nusuk, besarannya sekitar 300 SAR atau setara Rp1.300.000 hingga Rp1.500.000 (bergantung kurs saat pengajuan).
Perlu dicatat, tarif ini dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah Arab Saudi. Selalu cek platform Nusuk untuk mendapatkan angka terkini sebelum mengajukan.
2. Biaya Asuransi Kesehatan Saudi (Saudi Health Insurance)
Ini adalah komponen yang sering luput dari perhatian calon jamaah. Setiap pengajuan visa umroh mewajibkan kepemilikan asuransi kesehatan lokal Arab Saudi yang sudah terintegrasi dalam sistem Nusuk. Biayanya berkisar antara Rp300.000 hingga Rp600.000 tergantung durasi tinggal dan penyedia asuransi yang tersedia di platform.
Asuransi ini bukan pilihan, melainkan syarat mutlak yang tidak bisa dilewati. Pastikan kamu memilih opsi yang mencakup periode perjalanan umroh kamu secara penuh.
3. Biaya Biometrik dan Layanan Tasheer (VFS Tasheer Fee)
Setelah mengajukan visa secara online, kamu wajib melakukan rekam biometrik (sidik jari dan retina) di kantor Tasheer (VFS Tasheer) yang tersebar di beberapa kota Indonesia. Biaya layanan ini berkisar antara Rp400.000 hingga Rp800.000, sudah termasuk biaya aplikasi dan administrasi.
Jadwalkan rekam biometrik jauh-jauh hari, karena slot di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya kerap penuh terutama menjelang musim umroh.
Tabel Rincian Estimasi Biaya Visa Umroh Mandiri 2026
Berikut perkiraan biaya yang bisa kamu jadikan acuan perencanaan. Angka dalam IDR menggunakan asumsi kurs 1 SAR = Rp4.300 (cek kurs terkini sebelum pengajuan).
| Komponen Biaya | Nominal (SAR) | Estimasi (IDR) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Visa Umroh (Nusuk) | ±300 SAR | Rp1.290.000 – Rp1.500.000 | Tarif resmi Kementerian Haji Arab Saudi |
| Asuransi Kesehatan Saudi | ±70–140 SAR | Rp300.000 – Rp600.000 | Wajib, terintegrasi di sistem Nusuk |
| Layanan Biometrik Tasheer | – | Rp400.000 – Rp800.000 | Rekam sidik jari + administrasi VFS |
| Total Estimasi | Rp2.000.000 – Rp2.900.000 | Urus mandiri tanpa jasa agen | |
| Tambahan jasa agen (jika pakai) | – | Rp500.000 – Rp1.500.000 | Biaya handling e-visa pihak ketiga |
Catatan: Angka di atas bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu konfirmasi biaya terkini melalui platform resmi Nusuk dan situs VFS Tasheer Indonesia sebelum melakukan pembayaran.
Jenis Visa dan Cara Pengajuan untuk Umroh Mandiri
Kawan Alsha perlu tahu bahwa ada lebih dari satu jalur visa yang bisa digunakan untuk umroh mandiri. Masing-masing punya biaya, kelebihan, dan pertimbangannya sendiri.
Melalui Aplikasi Nusuk (Visa Umroh Resmi)
Ini adalah jalur paling direkomendasikan untuk jamaah Indonesia yang ingin umroh mandiri. Nusuk adalah platform resmi milik pemerintah Arab Saudi yang dirancang khusus untuk pengurusan visa dan izin umroh.
Langkah pengajuannya secara garis besar:
- Daftar akun di aplikasi atau website nusuk.sa
- Lengkapi data diri dan informasi perjalanan
- Pilih paket asuransi kesehatan Saudi yang tersedia
- Lakukan pembayaran visa dan asuransi
- Jadwalkan rekam biometrik di kantor Tasheer terdekat
- Unduh e-visa setelah disetujui
Total estimasi biaya via Nusuk: Rp2.000.000 – Rp2.900.000 (tanpa jasa agen).
Kelebihan jalur ini adalah prosesnya transparan, terverifikasi resmi, dan cocok untuk umroh yang dijadwalkan secara spesifik. Buat kamu yang ingin memahami lebih dalam tentang berbagai jenis visa umroh dan ketentuan terbaru, wajib dicermati sebelum mengajukan.
Melalui Visa Turis Saudi (Saudi Tourist E-Visa)
Visa turis Saudi atau Saudi Tourist E-Visa kini legal digunakan untuk menunaikan umroh, dan semakin populer di kalangan jamaah mandiri karena menawarkan fleksibilitas multiple-entry dengan masa berlaku hingga satu tahun.
Biayanya umumnya lebih terjangkau dibanding visa umroh khusus, yaitu sekitar 150–200 SAR (sekitar Rp645.000 – Rp860.000) sudah termasuk asuransi perjalanan, dan bisa diajukan langsung via evisa.mofa.gov.sa milik Kementerian Luar Negeri Arab Saudi (MOFA).
Syarat khusus yang perlu diperhatikan: untuk warga negara Indonesia, visa turis Saudi bisa diajukan secara umum tanpa syarat visa AS/Schengen. Namun tetap pastikan kamu mengecek regulasi terkini di situs MOFA karena kebijakan ini dapat berubah.
Kelebihan:
- Lebih fleksibel untuk mengatur jadwal
- Cocok untuk umroh backpacker yang ingin menjelajah lebih lama
- Proses pengajuan online lebih sederhana
Melalui Transit/Stopover Visa
Jika kamu memilih penerbangan dengan layover panjang di Arab Saudi melalui Saudia (Saudi Airlines) atau Flynas, tersedia opsi Stopover Visa yang memungkinkan kamu mampir ke Makkah atau Madinah dalam waktu terbatas (biasanya 24–96 jam).
Ini adalah opsi paling terjangkau secara biaya visa, bahkan sebagian program stopover ditawarkan secara gratis oleh maskapai. Namun perlu dipahami, durasi tinggal sangat terbatas dan tidak cocok untuk ibadah yang membutuhkan waktu lebih leluasa.
Urus Mandiri vs Pakai Jasa Agen

Mengurus sendiri via Nusuk dan Tasheer memberikan transparansi penuh terhadap biaya yang dikeluarkan. Kamu tahu persis kemana setiap rupiah pergi, dan tidak ada biaya tambahan yang tersembunyi. Cocok untuk kamu yang familiar dengan teknologi dan punya waktu untuk mengurus prosesnya sendiri.
Menggunakan jasa agen atau handling e-visa memang menambah biaya umroh sekitar Rp500.000 hingga Rp1.500.000, tapi ada nilai yang didapat yaitu kamu tidak perlu antre sendiri di kantor Tasheer, tidak perlu pusing dengan teknis platform, dan biasanya agen sudah hafal detail prosedur yang bisa menghemat waktu dan menghindari kesalahan administratif.
Pertimbangan sederhana: jika ini umroh pertama kamu atau dokumen perjalananmu tergolong kompleks, bantuan agen bisa menjadi investasi yang masuk akal. Jika kamu sudah pernah umroh atau nyaman mengurus dokumen perjalanan sendiri, jalur mandiri adalah pilihan yang lebih hemat.
Tips Menghemat Biaya dan Menghindari Penolakan Visa
Beberapa hal praktis yang perlu Kawan Alsha perhatikan agar proses pengajuan berjalan lancar:
Periksa masa berlaku paspor sebelum mengajukan. Pastikan paspor kamu masih berlaku minimal 6 bulan dari tanggal kepulangan. Pengajuan visa dengan paspor yang hampir kadaluarsa hampir pasti akan ditolak. Jika perlu memperpanjang, pelajari dulu syarat membuat paspor umroh agar tidak ada langkah yang terlewat.
Pilih waktu keberangkatan di luar musim puncak. Biaya akomodasi, tiket, dan bahkan ketersediaan slot Tasheer sangat dipengaruhi oleh musim. Umroh di bulan Rajab, Sya’ban, atau awal Muharram umumnya lebih terjangkau dibanding Ramadan atau musim liburan.
Lakukan semua pembayaran hanya di platform resmi. Ini tidak bisa ditawar. Pembayaran visa hanya melalui Nusuk (nusuk.sa) atau MOFA Saudi Arabia (evisa.mofa.gov.sa), dan biometrik hanya di kantor VFS Tasheer resmi. Hindari pihak ketiga yang tidak terverifikasi demi keamanan data dan dana kamu.
Pastikan foto dan dokumen memenuhi standar. Foto berukuran paspor dengan latar putih, KTP, paspor asli, dan dokumen pendukung lainnya harus sesuai spesifikasi. Ketidaksesuaian dokumen adalah penyebab umum penolakan atau keterlambatan proses.
Cek status visa setelah pengajuan. Setelah mengajukan, kamu bisa memantau perkembangannya secara berkala. Panduan lengkap soal cara cek visa umroh bisa membantu kamu memantau status pengajuan tanpa panik.
Apakah Umroh Mandiri Masuk Akal dari Sisi Biaya?
Secara finansial, umroh mandiri sangat masuk akal jika kamu sudah memahami prosesnya. Dengan total biaya visa sekitar Rp2 juta hingga Rp2,9 juta (tanpa agen), kamu hanya perlu mengalokasikan sisa anggaran untuk tiket pesawat, akomodasi, dan biaya hidup selama di Arab Saudi.
Yang terpenting adalah mempersiapkan diri dengan informasi yang akurat sejak awal, menggunakan platform resmi, dan tidak terburu-buru dalam prosesnya.
Jika kamu masih dalam tahap mempersiapkan dokumen, pastikan paspor sudah siap terlebih dahulu. Panduan cara membuat paspor umroh online bisa menjadi langkah pertama yang tepat sebelum masuk ke tahap pengajuan visa.
Semoga langkah kamu menuju Baitullah dimudahkan dan jika Kawan Alsha ada pertanyaan seputar persiapan umroh mandiri, tim kami siap membantu kamu merencanakan perjalanan ibadah yang tenang dan terpercaya.

Rifqi Haitami adalah Tour Leader berpengalaman di Alsha Tours sejak 2016 dan lulusan Pascasarjana Universitas Islam Jakarta. Aktif membimbing jamaah umroh sekaligus menulis panduan berdasarkan pengalaman langsung dan wawasan keislaman yang mendalam.