Berapa Uang Saku Umroh untuk 9, 10, 12 dan 16 Hari?

Thumbnail artikel Alsha Tours tentang uang saku umroh untuk 9 10 12 dan 16 hari, lengkap dengan estimasi SAR 1500 sampai 4000, uang Riyal Saudi, dan kebutuhan pribadi jamaah

Sebagai biro perjalanan yang terdaftar resmi sebagai PPIU di bawah pengawasan Kementerian Agama Republik Indonesia dan memiliki Akreditasi A, Alsha Tours memahami bahwa persiapan finansial jamaah adalah bagian penting dari kenyamanan ibadah.

Artikel ini akan membahas kisaran uang saku umroh untuk paket 9, 10, 12, dan 16 hari, lengkap dengan rincian penggunaannya serta tips mengelola uang dengan aman selama berada di Arab Saudi.

Berapa Uang Saku yang Ideal untuk Umroh?

Secara umum, nominal uang saku umroh berkisar antara SAR 1.500 sampai SAR 4.000, tergantung durasi perjalanan dan gaya hidup masing-masing jamaah. Angka ini di luar komponen biaya paket umroh yang sudah mencakup tiket pesawat, akomodasi, visa, dan konsumsi utama. Uang saku ini murni untuk kebutuhan pribadi selama di Makkah, Madinah, dan Jeddah, mulai dari pulsa internet, jajan, hingga oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

1. Uang Saku Umroh 9 Hari

Untuk paket umroh reguler 9 hari, nominal ideal yang bisa Kamu siapkan berada di kisaran SAR 1.500 sampai SAR 2.000, atau setara Rp6.000.000 sampai Rp8.000.000. Sebagian besar dana ini biasanya terpakai untuk membeli paket data internet lokal dari provider seperti STC, Zain, atau Mobily agar tetap terhubung dengan keluarga di Indonesia.

Selain itu, jamaah juga umumnya mengalokasikan sebagian uang untuk jasa laundry dan mencicipi kuliner tambahan di luar hotel, seperti Al Baik yang menjadi favorit banyak jamaah saat berada di Makkah maupun Madinah. Bagi Kamu yang berencana mengatur sendiri kebutuhan tambahan selama perjalanan, artikel umroh mandiri bisa membantu memahami pos pengeluaran apa saja yang perlu disiapkan lebih detail.

2. Uang Saku Umroh 10 Hari

Selisih satu hari dari paket sebelumnya membuat kebutuhan uang saku sedikit bertambah, biasanya naik sekitar SAR 200 sampai SAR 300 dari kisaran paket 9 hari. Tambahan ini umumnya digunakan untuk menutup kebutuhan harian yang bertambah seiring durasi tinggal (length of stay) yang lebih panjang di hotel, seperti konsumsi tambahan, kebutuhan mandi, dan belanja kecil lainnya.

Meski terlihat kecil, selisih satu hari ini cukup terasa jika Kamu terbiasa jajan atau membeli kebutuhan harian di luar fasilitas yang sudah disediakan travel.

3. Uang Saku Umroh 12 Hari

Semakin panjang durasi perjalanan, anggaran yang kamu keluarkan juga lebih banyak pastinya. Untuk paket 12 hari, kebutuhan uang saku naik lagi karena banyak jamaah memanfaatkan waktu tambahan untuk melakukan ziarah mandiri di luar jadwal resmi travel.

Biaya untuk 12 hari biasanya lebih besar di transportasi lokal seperti taksi atau Kereta Cepat Haramain (Haramain High Speed Railway) terutama bagi jamaah yang ingin berpindah antara Makkah dan Madinah secara mandiri. Bagi Kamu yang menginginkan kenyamanan lebih selama perjalanan sekaligus fleksibilitas waktu ziarah, paket umroh business class 12 hari bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

4. Uang Saku Umroh 16 Hari

Paket semi panjang seperti 16 hari, yang biasanya banyak dipilih pada musim Ramadhan, membutuhkan persiapan dana darurat yang lebih besar dibanding paket reguler. Kisaran uang saku yang disarankan berada di angka SAR 3.000 sampai SAR 4.000.

Karena durasinya lebih panjang (16 hari) biasanya potensi pelangagaran larangan ihram lebih tinggi, sehingga Kawan Alsha harus menyiapkan dan cadangan lebih untuk berjaga-jaga apabila melakukan pelanggaran.

Selain itu, banyak jamaah juga menyisihkan sebagian uang saku untuk sedekah subuh di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sebuah kebiasaan baik yang banyak dilakukan jamaah selama tinggal lebih lama di Tanah Suci. Jika Kamu ingin memahami gambaran menyeluruh soal pengeluaran selama perjalanan mandiri, silakan simak biaya umroh mandiri untuk referensi tambahan.

Untuk Apa Saja Uang yang Dikeluarkan?

Agar Kamu lebih mudah membayangkan alokasi uang saku, berikut rincian pos pengeluaran yang umum dikeluarkan jamaah selama umroh, sebagaimana dijelaskan lebih lengkap dalam komponen biaya umroh:

  • Oleh-oleh haji dan umroh, seperti kurma ajwa, air zamzam, sajadah, parfum, dan kismis, yang biasanya dibeli di area sekitar Masjidil Haram maupun pasar kurma di Madinah.
  • Paket data internet lokal dari provider seperti STC, Zain, atau Mobily untuk kebutuhan komunikasi selama di Arab Saudi.
  • Kuliner tambahan di luar fasilitas hotel, termasuk mencoba makanan khas Arab Saudi seperti Al Baik.
  • Transportasi lokal, seperti taksi atau Kereta Cepat Haramain, bagi jamaah yang ingin berpindah kota atau melakukan ziarah mandiri.
  • Layanan domestik seperti jasa laundry, sewa kursi roda, atau badal umroh bagi jamaah yang membutuhkan.
  • Dam atau denda haji dan umroh, sebagai dana cadangan jika terjadi pelanggaran larangan ihram yang tidak disengaja.
Infografis Alsha Tours tentang alokasi uang saku umroh untuk oleh-oleh, paket data internet, kuliner tambahan, transportasi lokal, layanan domestik, dan dana cadangan dam
Infografis Alsha Tours yang menjelaskan alokasi uang saku umroh, mulai dari oleh-oleh, internet lokal, kuliner tambahan, transportasi, layanan domestik, hingga dana cadangan dam.

Cara Aman Menyimpan dan Mengelola Uang Saat Umroh

Selama beribadah di Tanah Suci, banyak jamaah cenderung lengah karena fokus penuh pada ibadah, dan kondisi ini kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Kasus kehilangan uang, dompet, atau bahkan copet di area padat seperti sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi masih cukup sering terjadi.

Karena itu, Kamu tidak boleh menyepelekan cara menyimpan dan mengelola uang saku selama perjalanan. Berikut beberapa langkah yang bisa Kamu terapkan:

  • Jangan membawa uang semuanya cash atau fisik, tapi proyeksikan 60 persen non-tunai dan 40 persen tunai, untuk membeli makanan atau sovereign banyak yang menyediakan tunai, tetapi untuk transportasi lokal biasanya cash.
  • Manfaatkan kartu debit atau kartu kredit dengan jaringan global seperti Visa atau Mastercard untuk transaksi di pusat perbelanjaan atau mall, sekaligus mengurangi risiko kehilangan uang tunai. Jika Kamu masih menghitung berapa dana yang perlu disiapkan sebelum berangkat, artikel nabung umroh minimal berapa bisa membantu Kamu merencanakannya sejak awal.
  • Tarik tunai secukupnya melalui mesin ATM resmi di sekitar hotel Makkah atau Madinah agar tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar sekaligus, sekaligus menghindari biaya administrasi atau interbank fee yang terlalu sering. Untuk memulai persiapan dana ini lebih terstruktur, Kamu bisa membaca panduan tabungan umroh yang membahas cara menabung secara bertahap.
  • Simpan uang secara berlapis, misalnya menggunakan money belt yang diselipkan di dalam pakaian ihram atau baju utama untuk menyimpan uang dan dokumen penting, serta memanfaatkan fasilitas safe deposit box di kamar hotel untuk menyimpan sisa uang tunai yang tidak dibawa saat pergi ke masjid.

Menyiapkan uang saku umroh sebenarnya bukan sekadar soal nominal, tetapi juga soal perencanaan dan kedisiplinan mengelolanya selama di Tanah Suci. Dengan memahami kisaran kebutuhan sesuai durasi perjalanan serta menerapkan cara penyimpanan yang aman, Kamu bisa lebih fokus beribadah tanpa perlu khawatir soal keuangan.

Jika Kamu masih ragu menentukan paket dan estimasi biaya yang sesuai kebutuhan, tim Alsha Tours siap membantu Kamu merencanakan perjalanan umroh yang nyaman, aman, dan sesuai syariat.

Alsha Tours Solo

Alsha Tours Lampung