Sebagai gambaran awal, jamaah dapat menyiapkan sekitar SAR 1.500 hingga SAR 4.000 untuk kebutuhan pribadi selama perjalanan, tergantung durasi, pola belanja, fasilitas yang sudah termasuk dalam paket, dan kebutuhan masing-masing.
Nominal tersebut bukan bagian dari harga paket utama. Tiket penerbangan, hotel, visa, transportasi rombongan, konsumsi utama, dan fasilitas lain biasanya mengikuti rincian paket yang dipilih.
Berapa Uang Saku yang Ideal untuk Umroh?
Sebelum menentukan uang saku pribadi, pisahkan terlebih dahulu dana untuk keberangkatan dan dana yang digunakan selama berada di Arab Saudi. Untuk satu jamaah, harga umroh saat ini dapat dilihat berdasarkan jadwal, pilihan kamar, maskapai, hotel, dan fasilitas paket, sedangkan artikel ini hanya menghitung pengeluaran pribadi di luar fasilitas tersebut.
1. Uang Saku Umroh 9 Hari
Untuk perjalanan umroh selama 9 hari, jamaah dapat menggunakan kisaran SAR 1.500–2.000 sebagai titik awal perencanaan uang saku.
Namun, bukan berarti seluruh nominal tersebut harus dihabiskan.
Kebutuhan dapat digunakan untuk beberapa pos seperti paket internet, laundry, makanan atau minuman tambahan, transportasi pribadi, sedekah, serta pembelian oleh-oleh.
Jika konsumsi tiga kali sehari sudah termasuk dalam fasilitas hotel dan seluruh aktivitas mengikuti itinerary rombongan, pengeluaran harian dapat menjadi lebih rendah.
Sebaliknya, jamaah yang sering membeli makanan di luar hotel atau memiliki anggaran oleh-oleh cukup besar perlu menyiapkan dana lebih banyak.
Karena itu, pisahkan anggaran kebutuhan harian dan oleh-oleh agar belanja tidak menghabiskan dana yang seharusnya digunakan selama perjalanan.
2. Uang Saku Umroh 10 Hari
Untuk perjalanan selama 10 hari, kebutuhan uang saku tidak otomatis jauh lebih tinggi dibandingkan perjalanan 9 hari.
Sebagai gambaran, jamaah dapat menambahkan sekitar SAR 200–300 dari anggaran perjalanan 9 hari apabila memang memiliki pengeluaran harian tambahan.
Tambahan satu hari dapat berarti tambahan kebutuhan untuk makanan di luar fasilitas paket, laundry, minuman, transportasi pribadi, atau belanja kecil.
Namun, jika kebutuhan utama sudah ditanggung dalam paket dan aktivitas pribadi terbatas, selisihnya dapat jauh lebih kecil.
Karena itu, gunakan pola pengeluaran per hari, bukan hanya durasi perjalanan, sebagai dasar menentukan uang yang perlu dibawa.
3. Uang Saku Umroh 12 Hari
Untuk perjalanan 12 hari, jamaah dapat menyiapkan anggaran yang lebih besar dibandingkan program 9 atau 10 hari karena waktu tinggal di Arab Saudi lebih panjang.
Kebutuhan tambahan terutama berasal dari pengeluaran yang sifatnya berulang, seperti makanan dan minuman pribadi, laundry, komunikasi, serta kebutuhan harian lainnya.
Apabila terdapat waktu bebas dan jamaah melakukan aktivitas pribadi di luar itinerary, transportasi tambahan juga perlu diperhitungkan.
Namun, jangan langsung memasukkan tiket perjalanan antarkota atau transportasi utama ke dalam uang saku sebelum memeriksa fasilitas paket.
Jika perjalanan Makkah–Madinah, Kereta Cepat Haramain, city tour, atau transportasi lainnya sudah termasuk dalam program, jamaah tentu tidak perlu menganggarkannya kembali.
Inilah alasan pentingnya membaca fasilitas paket sebelum menentukan nominal uang saku.
4. Uang Saku Umroh 16 Hari
Perjalanan selama 16 hari membutuhkan cadangan yang lebih besar karena jamaah berada lebih lama di Tanah Suci.
Sebagai gambaran perencanaan, jamaah dapat mempertimbangkan kisaran hingga SAR 3.000–4.000, terutama jika perjalanan berlangsung pada periode seperti Ramadan atau jamaah memiliki kebutuhan pribadi yang cukup tinggi.
Tetapi sekali lagi, nominal tersebut bukan angka wajib.
Jamaah yang konsumsi, transportasi, dan berbagai kebutuhan utamanya sudah ditanggung dalam paket bisa menggunakan uang jauh lebih sedikit.
Sebagian jamaah juga memilih menyiapkan anggaran tersendiri untuk sedekah selama berada di Makkah dan Madinah. Jika ingin melakukannya, pisahkan dana sedekah dari kebutuhan harian sehingga pengeluaran lebih mudah dikontrol.
Untuk perjalanan yang panjang, sebaiknya sediakan pula dana cadangan yang tidak digunakan untuk belanja kecuali benar-benar dibutuhkan.
Simulasi Uang Saku Umroh Berdasarkan Durasi
Berikut gambaran sederhananya:
| Durasi | Kisaran Perencanaan | Cocok Sebagai |
|---|---|---|
| 9 hari | SAR 1.500–2.000 | Anggaran perjalanan reguler |
| 10 hari | ± SAR 1.700–2.300 | Anggaran dengan tambahan kebutuhan harian |
| 12 hari | ± SAR 2.000–3.000 | Perjalanan lebih panjang/aktivitas pribadi lebih banyak |
| 16 hari | ± SAR 3.000–4.000 | Perjalanan panjang atau kebutuhan pribadi lebih besar |
Angka tersebut merupakan estimasi perencanaan, bukan nominal wajib.
Jamaah yang tidak banyak berbelanja dapat membawa lebih sedikit. Sebaliknya, jika tujuan utama belanja oleh-oleh dalam jumlah besar, anggarannya perlu dihitung terpisah.
Untuk Apa Saja Uang Saku Umroh Digunakan?
Sebelum menentukan nominal, bedakan terlebih dahulu antara komponen yang sudah termasuk dalam paket dan pengeluaran pribadi.
Jika ingin mengetahui tiket, hotel, visa, transportasi, konsumsi, serta layanan apa saja yang biasanya membentuk sebuah paket, baca panduan komponen biaya umroh.
Sementara uang saku biasanya digunakan untuk beberapa kebutuhan berikut.
1. Makanan dan Minuman Tambahan
Walaupun konsumsi utama sudah tersedia dalam paket, jamaah terkadang ingin membeli kopi, camilan, buah, minuman, atau mencoba kuliner di luar hotel. Besarnya pengeluaran sangat bergantung pada kebiasaan masing-masing jamaah.
2. Paket Internet
Akses internet dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga, membuka peta, menghubungi rombongan, dan kebutuhan digital lainnya.
Jamaah dapat memilih roaming operator Indonesia atau layanan komunikasi yang tersedia di Arab Saudi sesuai kebutuhan.
3. Laundry
Untuk perjalanan yang lebih panjang, jasa laundry dapat menjadi salah satu pengeluaran tambahan. Kebutuhannya bergantung pada durasi perjalanan, jumlah pakaian yang dibawa, dan fasilitas hotel.
4. Oleh-Oleh
Oleh-oleh sering menjadi salah satu pengeluaran pribadi terbesar. Kurma, sajadah, parfum, makanan, dan berbagai produk lainnya banyak tersedia di Makkah maupun Madinah. Sebaiknya tentukan anggaran maksimal sejak sebelum berangkat.
Misalnya, jika total uang saku SAR 2.000, jangan langsung menggunakan sebagian besar dana untuk berbelanja pada awal perjalanan. Sisakan kebutuhan harian dan dana darurat sampai perjalanan selesai.
5. Transportasi Pribadi
Transportasi yang tercantum dalam itinerary umumnya mengikuti fasilitas paket. Namun, apabila jamaah melakukan perjalanan pribadi di luar program rombongan, biaya taksi atau moda transportasi lainnya perlu disiapkan sendiri. Karena itu, periksa terlebih dahulu itinerary sebelum memasukkan transportasi ke anggaran uang saku.
6. Kebutuhan Pribadi
Obat pribadi, perlengkapan yang habis, toiletries, sandal, atau kebutuhan kecil lainnya terkadang baru dibutuhkan ketika perjalanan berlangsung. Walaupun nominalnya terlihat kecil, pengeluaran berulang dapat menjadi cukup besar selama perjalanan panjang.
7. Sedekah
Sebagian jamaah juga menyiapkan dana khusus untuk bersedekah selama berada di Tanah Suci. Jika memiliki rencana tersebut, lebih baik tentukan alokasinya sejak awal dan pisahkan dari uang kebutuhan sehari-hari.
8. Dana Darurat
Jangan mengalokasikan seluruh uang saku untuk konsumsi dan belanja. Sisakan sebagian sebagai dana cadangan untuk kebutuhan yang tidak direncanakan. Dana darurat ini sebaiknya tidak digunakan kecuali memang diperlukan.
Berapa Riyal yang Sebaiknya Dibawa Saat Umroh?
Tidak seluruh uang saku harus dibawa dalam bentuk Riyal tunai. Jamaah dapat mengombinasikan uang tunai dan metode pembayaran non-tunai sesuai kebutuhan dan fasilitas pembayaran yang tersedia.
Uang tunai tetap berguna untuk transaksi kecil dan kondisi tertentu. Sementara kartu pembayaran internasional dapat mengurangi kebutuhan membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Sebelum menggunakan kartu di luar negeri, periksa terlebih dahulu apakah transaksi internasional sudah aktif serta pahami kurs dan biaya yang dikenakan bank penerbit.
Apakah Sebaiknya Membawa Rupiah atau Riyal?
Untuk kebutuhan transaksi sehari-hari di Arab Saudi, memiliki sejumlah Riyal sejak awal akan lebih praktis. Namun, tidak perlu membawa seluruh anggaran dalam bentuk uang tunai.
Kawan Alsha dapat menentukan jumlah tunai berdasarkan kebutuhan beberapa hari pertama, kemudian menyimpan sebagian dana menggunakan metode pembayaran lain yang sesuai. Hindari menukar uang dalam keadaan terburu-buru tanpa mengetahui nilai tukar yang berlaku.
Cara Mengatur Uang Saku Umroh
Kesalahan yang cukup umum adalah membawa satu nominal besar tanpa membaginya berdasarkan kebutuhan. Cara yang lebih terstruktur adalah membuat beberapa pos anggaran. Sebagai contoh:
- Kebutuhan harian: Untuk makanan tambahan, minuman, laundry, dan kebutuhan kecil.
- Komunikasi: Untuk internet atau roaming.
- Oleh-oleh: Tetapkan batas maksimal agar belanja tidak mengambil dana kebutuhan lain.
- Sedekah: Jika memang sudah direncanakan.
- Dana darurat: Jangan digunakan untuk belanja biasa.
Dengan pembagian tersebut, Kawan Alsha lebih mudah mengetahui berapa banyak dana yang masih tersedia sampai akhir perjalanan.
Cara Aman Membawa Uang Saat Umroh
Selain menentukan nominal, keamanan penyimpanan uang juga perlu diperhatikan.
Jangan Membawa Seluruh Uang Tunai Sekaligus
Bawa uang tunai secukupnya ketika keluar hotel. Sisa dana dapat disimpan menggunakan metode yang lebih aman.
Tidak ada rasio tunai dan non-tunai yang harus diikuti semua jamaah karena kebutuhan setiap orang berbeda.
Pisahkan Uang di Beberapa Tempat
Jangan menyimpan seluruh uang, kartu, dan dokumen penting pada satu tempat.
Pisahkan uang tunai yang digunakan sehari-hari dari dana cadangan.
Gunakan Kartu dengan Bijak
Kartu debit atau kredit dengan jaringan pembayaran internasional dapat digunakan pada merchant yang menerimanya. Aktifkan fitur transaksi internasional jika diperlukan dan pahami biaya konversi mata uang sebelum berangkat.
Gunakan Tempat Penyimpanan yang Aman
Gunakan tas yang tertutup dengan baik ketika berada di area ramai. Apabila hotel menyediakan fasilitas penyimpanan yang sesuai, dokumen atau barang berharga yang tidak perlu dibawa dapat disimpan dengan aman.
Waspada di Area Padat
Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dapat sangat ramai pada waktu tertentu. Jaga barang pribadi dan hindari membawa uang tunai lebih banyak daripada yang diperlukan untuk aktivitas hari itu.
Uang Saku Berbeda dengan Total Dana Umroh
Ini penting karena keduanya sering tercampur ketika membuat perencanaan. Uang saku adalah dana untuk kebutuhan pribadi selama perjalanan.
Sedangkan kebutuhan perjalanan utama seperti tiket, hotel, visa, transportasi rombongan, dan layanan perjalanan mengikuti fasilitas paket yang dipilih.
Jika Kawan Alsha masih berada pada tahap menyiapkan dana keberangkatan, panduan nabung umroh minimal berapa dapat digunakan untuk menentukan target tabungan.
Dana tersebut juga dapat dipisahkan melalui tabungan umroh agar anggaran keberangkatan tidak bercampur dengan pengeluaran sehari-hari.
Menentukan uang saku umroh bukan sekadar mencari satu nominal yang dianggap cukup untuk semua jamaah. Durasi perjalanan, fasilitas paket, kebiasaan belanja, kebutuhan pribadi, dan jumlah oleh-oleh akan menentukan besarnya dana yang diperlukan.
Buat anggaran sebelum berangkat, pisahkan kebutuhan harian dari belanja dan dana darurat, serta jangan membawa seluruh dana dalam bentuk tunai. Dengan pengelolaan yang baik, Kawan Alsha dapat lebih fokus menjalankan ibadah tanpa terlalu memikirkan pengeluaran selama berada di Tanah Suci.

Rifqi Haitami adalah Tour Leader berpengalaman di Alsha Tours sejak 2016 dan lulusan Pascasarjana Universitas Islam Jakarta. Aktif membimbing jamaah umroh sekaligus menulis panduan berdasarkan pengalaman langsung dan wawasan keislaman yang mendalam.